Cast :
-Kim Ryeowook as Wookie (yeoja)
-Kim Jong Woon as Yesung (namja)
-Lee Sungmin as Minnie (yeoja)
-Cho Kyuhyun as Kyuhyun (namja)
-Han Kyung as Hangeng (Appa from Wookie)
-Kim Heechul as Heenim (Eomma from Wookie
-Shin Dong-hee as Shindong (Imo from Yesung)
-Kim Young Woon as Kangin (Koki di rumah Yesung)
-Lee Hyuk Jae as Halmeoni (Mami from Hangeng)
-Choi Siwon as Harabeoji (Papi from Hangeng)
-Kim Kibum as Kibum (Leader 'BumBOOM')
-Lee Donghae as Donghae (namja)
-Park Jeong Soo as Leeteuk Ahjussi
Summary : Akibat kesembuhannya dari demam, Yesung mengurungkan niatnya untuk pergi ke Korean Festival. Tetapi, karena sedikit bantuan Shindong Imo, Wookie dan Yesung pun jadi pergi ke Korean Festival. Saat tiba di tempat tersebut, mereka melihat penampilan dari Super Junior, bertemu dengan orang tua Wookie, dan Yesung memenangkan sebuah pertandingan game.
Hari keenam Wookie di masa lalu.....
'GROOK...GROOOK' Suara dengkuran Wookie membangunkan Yesung dari tidurnya.
"Jadi? Noona ini menjagaku semalaman?" ucap Yesung perlahan.
"Noona, ireona. Sudah jam sembilan pagi."
"Yesung~ ah? Kau sudah bangun?" ucap Wookie meraba kening Yesung.
"Ne. Noona...yang menjagaku semalaman?"
"Mmm. Syukurlah, demammu sudah turun."
"Noona, gamsahamnida."
"Mwo? Ini pertama kali ia berkata terima kasih padaku," batin Wookie. Saking gembiranya, Wookie tanpa sadar menyenggol baskom air kompresan yang tepat di sampingnya. Isinya tumpah ke selimut Yesung.
"Arggghh! Selimutku! Kenapa Noona selalu merusak barang kesayanganku?!" teriak Yesung spontan seperti orang kesetanan (?).
"Sorry Sorry, Yesung~ ah. Aku tidak sengaja. Nanti aku akan cuci selimutmu ini."
"Hhh~ sudahlah. Aku mau mandi. Nanti antarkan aku ke tempat les."
"Eh Eh Eh...Andwae. Berhubung kau baru sembuh, kau tidak usah les. Arasseo? Kau mau sarapan apa? Bubur ya?"
"Ne," jawab Yesung singkat. Wookie keluar kamar dan bergegas ke dapur.
"Wookie-ssi, apa anda ingin memasak lagi?"
"Ne, Koki Kangin. Saya mau membuatkan bubur untung Yesung. Semalam dia demam."
"Mwo? Yesung-ssi semalam demam?!"
"Ne, tapi sekarang sudah baikan."
"Syukurlah. Wookie-ssi, biar saya saja yang membuatkan bubur untuknya."
"Anio~ kalau buat bubur saja sih itu mudah."
"Hhm...baiklah."
Wookie pun memulai membuat bubur untuk Yesung. Seusainya ia membuat bubur di dapur, Wookie kembali lagi ke kamar Yesung dengan membawakan semangkuk bubur ayam buatannya. Wookie menghabiskan waktu pagi harinya di kamar Yesung untuk merawatnya.
"Yesung~ ah, kajja makan buburnya...Aaa," kata Wookie seraya menyuapinya.
"Shireo...aku ini bukan anak kecil yang harus disuapi. Aku bisa makan sendiri."
"Ne, baiklah."
**************************************************************************
"Mengapa buburnya tidak dihabiskan? Tidak enak ya?"
"Ne, nggak enak. Nggak ada rasanya," jawab Yesung pasti.
"Hhh~ ternyata aku memang tidak pandai memasak."
*aigo~ kasian suamiku Wookppa...mending tuh bubur buat aku dah*
"Mianhae, Noona, aku berbohong lagi. Sebenarnya bukan buburnya yang tidak ada rasanya, tetapi aku yang tidak punya selera makan pagi ini," umpat Yesung dalam hati.
"Noona, bisakah kau keluar dari kamarku? Aku mau tidur lagi."
"O~ ne. Selamat tidur Yesung~ ah."
(Satu jam kemudian....)
"Aku pulang," ujar Shindong Imo dengan nada datar.
"Shindong Imo, semalam Yesung demam."
"Mwo? Lalu, dimana dia sekarang?"
"Di kamar sedang tidur."
"Baguslah. Hhh~ aku capek sekali. Gomapta sudah menjaga Yesung. Aku juga mau tidur."
"Ne," jawab Wookie singkat. Ia pun berlalu menuju ruang tengah. Wookie duduk termenung sendirian sambil menatap sekelilingnya.
"Hhh~ sepi sekali. Aku bosan tingkat akut! Fu Fu Fu."
********************************************************************
Hari sudah menjelang sore, Wookie menghabiskan waktunya hanya dengan menonton TV.
"Sebaiknya aku mandi."
Wookie pun akhirnya pergi mandi. Selesai mandi dan berpakaian, ia melihat jam dinding menunjukkan pukul empat sore.
"Hmm...Korean Festival akan dimulai pukul 18.00. Pokoknya aku harus datang!" ucap Wookie dalam hati. Kemudian Wookie pun menghampiri Yesung yang sedang duduk menonton TV.
"Yesung~ ah, nanti kita ke Korean Festival ya."
"Shireo. Aku sedang malas kemana-mana."
"Yesung~ ah, kau kan sudah sembuh. Daripada bosan di rumah mending kita ke Korean Festival. Lagi pula kan ada Super Junior jadi bintang tamu."
"Hey...waeyo?" tanya Shindong Imo menyela percakapan mereka.
"Shindong Imo?"
"Ne. Kenapa kalian ribut?"
"Begini, Imo. Aku ingin mengajak Yesung ke Korean Festival nanti malam. Kan bosan kalau di rumah terus. Tapi Yesungnya malah enggan."
"Yasudah, kalian pergi saja. Aku akan pergi menemui chingu ku, nanti sekalian ku antar ke Korean Festival."
"Jeongmal? Gamsahamnida, Imo. Yesung~ ah, kajja kita siap-siap!" ucap Wookie sambil tersenyum lebar.
"Hhh~" gumam Yesung pasrah. Wookie pun bersiap-siap untuk pergi ke Korean Festival. Ia melihat-lihat lemari pakaian orang tua Yesung dan menemukan gaun kuning di atas lutut. Kemudian Wookie memakainya. Dua jam kemudian, Wookie, Yesung, dan Shindong Imo sudah berada dalam perjalanan menuju tempat Korean Festival. Suasana Korean Festival sudah ramai ketika Wookie dan Yesung turun dari mobil.
"Ini uang jajan kalian. Nanti kalian pulang sendiri, ya."
"Ne, Imo. Gomapsseumnida," ucap Wookie membungkukan badannya.
"Kajja Yesung! Kita masuk," timpal Wookie lagi. Yesung mengikuti Wookie dari belakang.
"Wah! Ramai sekali! Yesung~ ah, a-yo kita cari makan!"
"Mwo? Kenapa sih yang ada dipikiran Noona itu hanya makanan saja? ckckck," celetuk Yesung mengikuti Wookie ke stand makanan.
"Nyaam. Ahjussi, aku pesan ramen ya. Yesung~ ah, kau mau apa?"
"Anio~ aku belum lapar."
"Oh yasudah. Ahjussi, aku pesan 1 porsi ya."
Tak lama pesanan ramennya pun datang.
"Nyam Nyam Nyam. Yesung~ ah, kau yakin tidak mau makan?" tanya Wookie sambil menyuapkan ramen ke mulutnya.
"Anio~ melihat Noona makan seperti itu saja sudah membuatku kenyang."
"Oh. Yasudah, aku habiskan ya."
Wookie pun menghabiskan ramen itu tanpa sisa.
*weleh weleh...napa suamiku jadi rakus begitu yak? Jangan2 mangkoknya juga ikut kemakan lg (?)*
"Nyam Nyam...Yesung~ ah, kajja kita ke sana!"
"Kemana?"
"Ke panggung sana. Di jadwal, Super Junior akan perform sebentar."
"Ne, kajja!"
Wookie dan Yesung pun berjalan menuju depan panggung. Setiba mereka di depan panggung....
"Annyeong haseyo para pengunjung! Berhubung sudah pukul 18.30, langsung saja ya, kita sambut performance dari boyband kesayangan kita....SUPER JUNIOR!" seru pembawa acara yang tak lain adalah Leeteuk Ahjussi. Mendengar kata Super Junior, semua pengunjung yang ada di tempat itu berteriak histeris.
"Noona, ini...nanti tolong ambil foto mereka ya," ucap Yesung di tengah keramaian yang sambil menyodorkan sebuah kamera digital. Wookie pun dengan sigap mengambil kamera tersebut dan mengambil foto Super Junior.
Life couldn't get better
Life couldn't get better
Jigumkaji no obdon shiganun odumiojyo (without you baby)
Norul mannan hu naui senghwarun kumman gathayo (baby)
Norul chum bon sungan (choum bon sungan) a miracle (a miracle)
Nan nukkyojyo gijogun baro norangol
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
Meil meil pyongbomhetton nal duri ijen dalla jyossoyo (a holiday)
Sesang modun saramduri hengboghe boyoyo (I wanna thank you baby)
Norul choum bon sungan (choum bon sungan) a miracle (a miracle)
Nan nukkyojyo gijogun baro norangol
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
(life couldn't get better)
Nol choum bon sungan a miracle (a miracle)
I love you baby and I'm never gonna stop
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
Life couldn't get better
Jigumkaji no obdon shiganun odumiojyo (without you baby)
Norul mannan hu naui senghwarun kumman gathayo (baby)
Norul chum bon sungan (choum bon sungan) a miracle (a miracle)
Nan nukkyojyo gijogun baro norangol
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
Meil meil pyongbomhetton nal duri ijen dalla jyossoyo (a holiday)
Sesang modun saramduri hengboghe boyoyo (I wanna thank you baby)
Norul choum bon sungan (choum bon sungan) a miracle (a miracle)
Nan nukkyojyo gijogun baro norangol
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
(life couldn't get better)
Nol choum bon sungan a miracle (a miracle)
I love you baby and I'm never gonna stop
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn't get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn't get better
**************************************************************************
Selesai Wookie dan Yesung melihat performance Super Junior, mereka pun pergi duduk ke tempat yang tak jauh dari stand aksesoris. Tiba-tiba Wookie melihat Appa dan Eommanya yang berada di stand aksesoris.
"Yesung~ ah, lihat! Itu kan Eomma dan Appaku. Kajja kita kesana!"
"Mwo? Kita ingin memata-matai mereka lagi?"
"Ani~ aku hanya ingin melihatnya saja. Kajja!"
Mereka berdua pun berjalan ke stand aksesoris. Terlihat Hangeng sedang memakaikan sebuah kalung bergandul hati di lehernya Heenim.
"Kalung itu? Ne, aku pernah melihat kalung itu di masa depan yang di pakai oleh Eomma. Ternyata kalung itu masih ada. Mereka memang pasangan sejati."
Wookie memandang langit di atasnya dan mendesah.
"Hhh~ kapan ya aku bisa mendapatkan cinta sejati seperti itu?"
"Noona pasth akan mendapatkannya suatu saat nanti."
"Mwo? Perkataan anak ini....menenangkan hatiku," batin Wookie.
"Yesung~ ah, apa menurutmu benar bisa?"
"Ne, tentu saja bisa, kalau Noona tidak rakus makan."
"Ya! Kau menyindirku?"
"Ani~ itu memang kenyataan."
Tawa kedua orang tuanya mengalihkan perhatian Wookie. Ia melihat Appa dan Eomma sedang makan berdua sambil suap-suapan. Wookie tersenyum lega.
"Jeongmal...merindukan mereka. Rasanya aku ingin lari kesana dan memeluk mereka, namun aku tidak mungkin melakukannya."
"Noona akan bertemu mereka sebentar lagi, saat gedung itu dibuka," ucap Yesung perlahan.
"Jigeum, kau percaya bahwa aku berasal dari masa depan?"
"Ne. Noona, aku ingin ke toilet."
"Ne, jeo jjok. Aku tunggu di luar ya."
Yesung berlari masuk ke toilet. Sambil menunggu, Wookie melihat-lihat stand di sekitar situ. Pandangannya tertuju pada robot yang mirip dengan milik Yesung.
"Ahjusshi, aku ingin beli robot ini," kata Wookie sambil tersenyum.
"Aku bisa memberikan robot ini sebagai pengganti robot Yesung yang ku rusak waktu itu," ucapnya dalam hati. Sesudah membelinya, Wookie menyembunyikannya di tas miliknya. Ia ingin memberi kejutan kepada Yesung. Setelah Yesung keluar dari toiled, keduanya kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Dari kejauhan, mereka melihat sebuah arena game komputer. Arena tersebut mengadakan lomba game Space Invaders. Wookie langsung meminta Yesung mengikuti perlombaan itu.
"Kajja, Yesung! Tembak terus!!" teriak Wookie memberi semangat.
"Noona! Jangan teriak-teriak di telingaku. Aku jadi tidak bisa fokus," ucap Yesung ketus.
"A~mianhae."
(10 menit kemudian....)
Perlombaan telah selesai, salah seorang petugas arena memeriksa angka di masing-masing komputer. Kemudian, ia mengumumkan bahwa pemenangnya adalah Yesung.
"Yeah! Yesung~ ah, kau daebak!" teriak Wookie meloncat-loncat gembira. Hadiah yang di dapatkan Yesung adalah sebuah jam tangan berwarna merah dan dua lusin cokelat berukuran kecil.
"Yesung~ chukaehaeyo. Kau memang daebak!" seru Wookie ketika mereka keluar dari arena itu.
"Noona, sudah malam. Aku ngantuk. Kita pulang, ya."
"Ne, kajja!" jawab Wookie. Keduanya pun berjalan untuk pulang ke rumah.
******************************************************************
(Setibanya mereka di rumah...)
Wookie memasuki kamar Yesung tak lama setelah mereka tiba di rumah.
"Yesung~ ah, aku punya hadiah untukmu," ucap Wookie yang mengeluarkan sebuah robot baru dan memberikannya kepada Yesung.
"Untuk apa beli robot yang sama?"
"Ini untuk pengganti robotmu yang rusak."
"Gomawo." Wiliam mengambil robot yang ada di tangan Wookie dan menaruhnya di samping robot yang rusak.
"Yesung~ ah, apa aku boleh minta sesuatu."
"Ne?"
"Aku minta cokelatmu itu ya?"
"Andwae~ ini punya ku."
"Ara. Tapi aku ingin mencoba cokelat itu. Di masa depan cokelat seperti itu sudah tidak ada."
"Anio~"
"Hhh~ dasar pelit."
Tiba-tiba pandangan Wookie tertuju pada kelereng biru yang diincarnya. Melihat Yesung sedang fokus dengan jam tangan barunya, Wookie mengambil kelereng itu dan berjalan keluar kamar.
"Akhirnya kelereng ini menjadi milikku. Yesung tidak akan tahu kalau kelereng ini ku ambil. Dia kan memiliki ratusan kelereng," ucap Wookie dalam hati. Wookie meletakkan kelereng itu di laci meja kamarnya.
"Aku akan membawa kelereng ini pulang bersamaku," ucap Wookie perlahan. Tiba-tiba saja perutnya terasa sakit. Ia membuka pintu kamar dan berlari ke arah kamar mandi. Mendengar suara langkah Wookie, Yesung menengok keluar kamar.
"Makanya, jangan jadi orang rakus!" teriak Yesung meledek.
"Diam kau Yesung!!" geram Wookie.
"Noona tidak mau cokelat ini?" goda Yesung.
"Yesung! Pergilah ke kamarmu dan jangan ganggu aku lagi. Aigoo~ sakit sekali."
"Kekekeke."
Yesung pun masuk kembali ke kamarnya sambil ketawa cekikikan.
(Dua jam kemudian...)
"Hhh~ rasanya lega sekali."
'CIIIIT....' Tiba-tiba suara pintu depan yang terbuka mengejutkan Wookie. Ia pun langsung menuju depan rumah. Dilihatnya Shindong Imo masuk ke dalam rumah dengan langkah sempoyongan. Sesampainya di tangga atas, kakinya sudah goyah. Untung saja Wookie ada di situ dan memapah Shindong Imo ke kamarnya.
"Nuguseyo, hah?" gumam Shindong Imo setengah sadar.
"Naneun Wookie imnida, Shindong Imo. Imo yang mengizinkanku menginap disini beberapa hari yang lalu."
"Oh~ ne...ne...ne."
Wookie merebahkan Shindong Imo di atas tempat tidurnya dan menyelimutinya. Di saat Wookie akan berlalu, ia mendengar suara tangisan yang tak lain ada suara tangisan Shindong Imo.
"Shindong Imo, gwaenchanayo?" tanya Wookie khawatir.
"Kau tahu...bagaimana rasanya kehilangan seorang Eonni? Kau tahu...rasanya kehilangan...orang tuamu? Sekarang aku hidup sendiri," isak Shindong Imo.
"Arasseo. Namun kau tidak sendirian, Shindong Imo. Kau masih mempunyai Yesung."
"Hhaa..anak itu...anak itu sangat membenciku!"
"Ani~ Yesung tidak pernah membenci Imo. Aku yakin kau juga tidak membencinya."
"Kau tidak tau apa-apa. Kau...kau tidak mau bagaimana rasanya kehilangan semuanya."
"Ara...tapi, Yesung sudah kehilangan kedua orang tuanya. Apakah kau pernah memikirkan itu? Yesung juga pasti merasa kehilangan. Jigeum, secara perlahan apakah Yesung juga harus kehilanganmu?"
"Pergilah!!" kata Shindong Imo ketus.
"Ne, arasseo. Annyeonghi jumuseyo."
--tbc--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar