Genre : Family, Romance
Cast :
-Kim Ryeowook as Wookie (yeoja)
-Kim Jong Woon as Yesung (namja)
-Lee Sungmin as Minnie (yeoja)
-Cho Kyuhyun as Kyuhyun (namja)
-Han Kyung as Hangeng (Appa from Wookie)
-Kim Heechul as Heenim (Eomma from Wookie
-Shin Dong-hee as Shindong (Imo from Yesung)
-Kim Young Woon as Kangin (Koki di rumah Yesung)
-Lee Hyuk Jae as Halmeoni (Mami from Hangeng)
-Choi Siwon as Harabeoji (Papi from Hangeng)
-Kim Kibum as Kibum (Leader 'BumBOOM')
-Lee Donghae as Donghae (namja)
-Park Jeong Soo as Leeteuk Ahjussi
Summary : Setelah Wookie berada di kampus kedua orang tuanya, akhirnya ia menemukan Eomma dan Appanya, tetapi ia dibuat kecewa karena yang bersama Eommanya itu bukanlah Appanya, melainkan namja lain. Akhirnya Wookie berusaha membuat Appa dan Eommanya itu bersatu seperti di masa depan. Tak disangka, Yesung, anak kecil yang ditemui oleh Wookie itu adalah ELF sama sepertinya.
(Previous Part....)
Suara decitan rem membuat semua orang melihat ke arah pengendara motor itu. Di belakangnya, seorang yeoja turun dari boncengan dengan tenang. Sekilas Wookie melihat yeoja itu memakai celana jeans putih dengan baju pink tersenyum kepada pengendara sepeda motor itu. Rambutnya panjang sepundak, dan memakai poni. Kedua telinganya memakai sepasang anting besar. Dia memakai bedak yang tebal dengan eye shadow biru.
_______________________________________________________________
(Next Part....)
"Waegeurae? Yeoja-yeoja di tahun 1990 sangatlah tidak modis," ucap Wookie.
Para Yeoja yang lain bergegas menghampiri gadis tadi.
"Annyeong, Heenim~ah! Wah, baju baru ya?"
Wookie melongo mendengar itu dari kejauhan.
"Mwo?? Heenim? Heenim?? Itu kan nama Eomma. Tidak mungkin! Tapi, tunggu dulu....O~No! Itu memang benar Eomma. Omona!"
"Annyeong," ucap pengendara motor yang bernama Donghae, namjachingu Heenim. Donghae lalu beranjak pergi. Heenim dan chingudeulnya berjalan ke dalam kampus. Ketika seorang namja lewat di hadapan mereka, Heenim bersiul keras dengan diiringi teriakan, "Hai, Namja!"
Wookie ternganga.
"Omona! Eomma kok centil banget ya? Benar-benar jauh dari gambaran Eomma yang ku kenal."
Heenim dan chingudeulnya duduk tak jauh dari bangku yang diduduki Wookie. Sampai saat itu, Wookie belum bisa mengatasi rasa terkejutnya dan terus memandang Eommanya dengan rasa tidak percaya. Tiba-tiba pandangan mata Heenim bertemu dengan Wookhe. Wookie mencoba tersenyum, namun Heenim tertawa lebar.
"Omona! Yeoja di depan kita itu selera pakaiannya aneh sekali."
"Aigo! Gak dulu gak sekarang. Komentar Eomma soal caraku berpakaian tetap tidak berubah," ucap Wookie kesal dalam hati.
*****************************************************************************
Hangeng tidak pernah bosan memandang Heenim. Tetapi, di saat Hangeng melihat Heenim berboncengan dengan namja lain, hatinya sangat terbakar. Suara palang besi yang jatuh dari gedung yang sedang di renovasi itu membuyarkan pandangan Hangeng dari Heenim. Hangeng melihat seorang yeoja yang sedang duduk tepat di bawahnya. Ia langsung berlari ke arah yeoja itu dan menubruknya. Ia menarik tangan yeoja itu agar terhindar dari timpaan palang besi tersebut.
"Gwaenchanayo?" tanya seorang namja yang menyelematkan Wookie.
"Ne, gwaenchana. Gomapta."
"Annyeong, Hangeng~ah," ucap Heenim yang berjalan ke arah mereka.
"Mwo? Hangeng? Itu berarti, namja ini....Appa?" ungkap Wookie dalam hati. Hangeng membantu Wookie berdiri.
"Hhm...annyeong, Heenim~ah."
"Hangeng, kau sangat hebat sudah menyelamatkannya."
"Gomapta, Heenim."
"Ne. Aku masuk kelas dulu ya. Annyeong."
"Ne, annyeong."
Wookie memandang Appanya setengah jengkel.
"Kok Appa jadi pemalu begitu ya? Bukannya Appa jago berdebat di pengadilan?" batin Wookie.
"Syukurlah kau tidak apa-apa. Mian, aku harus kuliah dulu.
"Hey, tunggu! Appa!" teriak Wookie. Tetapi Appanya tidak menghiraukan Wookie.
"Hhh~ kalau aku bilang 'Annyeong Eomma...Appa...sebenarnya aku anakmu di masa depan...' hahaha lucu sekali. Pasti mereka tidak mempercayainya," ungkap Wookie seraya berjalan ke parkiran. Setelah di parkiran, Wookie bergegas sepedanya dan menuju ke tempat les Yesung. Yesung baru saja keluar dari depan pintu, saat sepeda Wookie memasuki area tempat les Yesung.
"Yesung~ah, kita makan dulu yok!"
"Noona darimana aja sih?" Yesung menatap Wookie dengan curiga.
"Aku akan menceritakannya setelah kita makan kimbab," ucap Wookie licik. Mereka makan kimbap di rumah makan dekat situ.
"Omona! Makanan di tahun 90 benar-benar murah. Di masaku, dengan uang 100 won tidak cukup untuk membeli sepuluh potong kimbap," ujar Wookie.
"Hhh~ noona...noona."
Seusai makan, Wookie mengajak Yesung melewati rumahnya.
"Hey Noona! Arah pulang kita kan bukan lewat sini."
"Aku tahu. Aku mau menunjukkan sesuatu padamu."
Akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah. Yesung menatap Wookie penuh tanya.
"Kau lihat rumah dengan gerbang hijau itu? Itu rumahku...hhm maksudku rumahku di masa depan." tanyanya sambil menunjuk rumah itu.
"Lalu, kenapa Noona tidak pulang ke situ aja?"
"Kan sudah ku bilang tadi. Itu rumah masa depanku. Terakhir kali aku ke sana, aku malah diteriakin maling sama Harabeoji ku sendiri. Dan ia mengejarku dengan pemukul bola."
"Aku rasa Noona hanya mengarang saja."
"Kau tahu kan gedung baru yang akan dibuka di sana tuh?"
"Ne, tahu."
"Nah, aku ada di tahun ini gara-gara lukisan permohonan yang ada di dalam gedung itu. Waktu di masa depan, aku tanpa sadar mengucapkan keinginanku. Tadi aku kesana, tapi lukisan itu belum dipasang. Seingat ku sih lukisan itu dipasang tanggal 6 Juli saat pembukaan gedung itu. Itu berarti aku akan pulang enam hari lagi!"
Yesung diam seribu bahasa mendengar perkataan Wookie. Tak lama suara sepeda motor mendekati rumah itu.
"Yesung~ah, lihat itu! Itu Appaku. Aku baru saja bertemu dengannya dan Eomma di kampus. Hari ini Appa menyelamatkanku dari timpaan palang besi."
"Hhh~ Noona, ayo kita pulang. Sudah sore nih."
Wookie menatap rumahnya sekali lagi, lalu ia pun mengayuh sepedanya rumah Yesung.
(Sementara itu di tempat yang berbeda....)
Heenim memandang namja di hadapannya dengan bosan. Sepulang kuliah, Donghae, namjachingunya itu menjemputnya dan langsung membawanya ke sebuah tempat latihan dance yang bernama Dancing Out. Sudah dua jam berlalu, tetapi Donghae dan chingudeulnya masih saja latihan, Donghae pun tidak memedulikan Heenim sama sekali. Akhirnya ia bergegas mendekati Donghae.
"Donghae~ah, aku lapar, bisakah kau berhenti sejenak!"
"Tunggu sebentar lagi, chagiya. Aku belum selesai latihan."
"Aku benar-benar lapar. Lagi pula apa pentingnya sih latihan konyol seperti ini?"
"Mwo? Apa katamu? Konyol?! Apa kau tidak tahu ini sedang trend."
"Hhh~ yasuda, kalau gitu aku makan sendiri saja."
"Terserah! Silahkan saja, aku belum lapar."
"Aku benci padamu, Donghae!" teriak Heenim smbil berlari. Donghae pun berlari menyusul Heenim.
"Heenim, tunggu!!" seru Donghae.
"Mwo?!" sahut Heenim kesal.
"Aku akan menemanimu makan. Setelah itu, aku akan menemanimu pergi ke toko musik yang kau inginkan, eoddeokke?" ucap Donghae sambil merayu. Heenim memandang Donghae dengan kesal. Tetapi akhirnya ia luluh juga.
"Baiklah. Kau jangan ingkar janji. Kau harus menemaniku malam nanti. Arraseo?"
"Ne, arraseo," jawab Donghae tersenyum lebar.
*************************************************************************
Hari sudah menjelang sore ketika Wookie dan Yesung tiba di rumah.
"Noona, mandi sana. Bau tau."
"Eh? Dasar saeng kurang asem (?)"
"Sudah sana cepat Noona mandi. Nanti kita pergi ke toko kaset."
"Mwo? Kau ingin beli kaset? DVD? Atau....."
"Apa Noona tidak tahu? Hari ini adalah hari terakhir harga kaset 2000 Won. Besok sudah naik jadi 4000 Won. Aku akan membeli kaset Super Junior."
*Wiih..keren amat oppadeul suju udah kebentuk tahun di 90-an*
"Mwo? Super Junior? Super Junior??"
"Ne, waeyo?"
"Gwaenchana. Itu boyband yang ku kagumi. Aku sangat suka Kim Ryeowook. Habisnya dia lucu."
*wah iya dong, Ryeowook oppa gitu lho (?)*
"Aku tidak nanya, Noona."
"Eh? Aku kan tersanjung ternyata anak sepertimu mengagumi Super Junior juga. Oh iya, siapa yang kau sukai?"
"Aku suka Jong Woon Hyung."
"Mwo? Dia kan aneh?"
"Siapa bilang? Dia memang dari lahir kayak begitu. Tapi kan suara emasnya mirip denganku...hahaha."
"Aigo....aku jadi mau ke toilet mendengar ucapanmu tadi."
Wookie pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Di kamar mandi, dia merasa pernah mendengar apa yang dikatakan Yesung tentang toko kaset. Tetapi benaknya tak mampu mengingat. Sore itu dia mengenakan celana jeans milik Eommanya Yesung dan blus berwarna biru safir. Mereka pergi ke toko kaset dengan naik bus. Sesampainya di depan toko itu, ternyata sudah banyak orang. Yesung langsung berlari dan berusaha masuk ke toko kaset itu.
"Yesung~ah! Tunggu!" kata Wookie, sambil berlari mengejar Yesung. Di tengah-tengah kerumunan orang, tiba-tiba Wookie melihat Eommanya yang tak jauh dari sana. Wookie pun beringsut-ingsut di antara rak kaset dan bersembunyi di sebuah rak dekat Eommanya.
"Heenim~ah! Sampai kapan kita disini?" seru Donghae kesal.
"Mwo? Itu kan namja yang mengantar Eomma tadi ke kampus? Bukankah seharusnya Eomma kencan dengan Appa, kata mereka dulu, kencan pertama kali adalah di toko kaset. Tunggu...tunggu. Ne! Appa pernah bilang bahwa sebelum ia ke toko kaset, ia menyelamatkan Eomma dari timpaan palang besi itu. Seharusnya yang duduk di bangku kampus tadi siang itu Eomma, bukan aku! Omo! Aku menghancurkan semuanya. Berarti...." ungkap Wookie panjang lebar.
"Andwae! Aku harus menyatukan keduanya lagi," bisik Wookie sambil menggeleng-geleng. Di depan rak tempat Wookie sembunyi, Heenim mendengus kesal ke arah Donghae.
"Hhh~ Donghae~ah, tadi kau sudah berjanji kan untuk menemaniku? Aku kan sudah menemanimu ke tempat latihan dance tadi siang. Sekarang gantian dong."
"Chagi~ah, tapi kakiku sudah lumutan."
"Ah~ alasan. Pokoknya kau harus tunggu disitu!" jawab Heenim seraya meninggalkan Donghae untuk memilih-milih kaset lagi.
"Huh! Namja itu! Berani-beraninya kau membuat Eomma kesal. Lihat saja akibatnya!" bisik Wookie sambil mengepalkan tangannya. Tanpa rasa bersalah, Wookie menyenggol Donghae dengan sengaja kemudian berlari secepat kilat ketika ia mendengar suara kaset berjatuhan. Lalu dilihatnya seorang namja mendekati Donghae.
"Hei, anak muda. Kau sudah menjatuhkan kaset-kaset ini. Jadi kau harus membereskannya.
"Ta....tapi..." sanggah Donghae. Tatapan garang sang manajer toko membuat nyali Donghae menciut dan menuruti perintah namja itu untuk membereskan kaset-kaset yang berserakan di lantai ke raknya kembali. Melihat itu, Wookie terkikik geli. Tetapi ia tersadar dirinya sudah agak lama meninggalkan Yesung. Wookie berusaha mencari Yesung di keramaian. Ia menemukannya sedang antre di kasir untuk membayar.
"Yesung~ah, aku tadi bertemu Eomma. Aku rasa aku mengacaukan sejarah pacaran Eomma dan Appa."
"Mwo? Noona ngomong apa? Aku tidak bisa mendengar Noona," tanya Yesung seolah tidak mendengar Wookie. Tatapan Wookie jatuh pada sebuah kaset di tangan Yesung.
"Omona! Yesung! Kau capek-capek kesini hanya untuk beli satu kaset? Hanya satu??!" ucap Wookie berteriak. Semua orang yang antre di belakang terdiam mendengarkan teriakan Wookie.
"A~ mianhae," ucap Wookie tertunduk. Ia pun langsung pergi ke luar toko. Setelah Yesung selesai membayar, mereka langsung bergegas menuju ke rumah dengan bus.
(Setibanya di rumah....)
"Hhh~ besok aku harus menemui Appa di kampusnya," tekad Wookie seraya menuju kamarnya. Saat di kamar, ia langsung menjatuhkan badannya ke tempat tidur dan berusaha tidur. Ketika akan menutup matanya, terdengar sebuah lagu dari kaset di penjuru rumah, diikuti dengan suara Yesung yang menyanyi keras.
"Cause I can't stop
No I can't stop
Neoreul cheom boge dwe-eosseo
Neol weonhaji anko gyeondilsuga isseulkka
Geureoke chyeoda bojima
Neowa-ui game eul ajik shijak anhaesseo
Na-egeseo tarojeomeul bwa
Neo-ui isanghyeong chaja bwajulteni
Geu namjaga naega dwege haejulteni
Cause I can't stop thinking about u girl
Neol naekkeoro mandeulgeoya
No I can't stop thinking about a girl
Nae uri-ane gadugo shipeo..........................."
"Mwo? Lagu itu sepertinya ku kenal. Tapi kok suaranya bercampur kayak suara kaleng rombeng ya?" seru Wookie lalu berjalan menuju kamar Yesung.
*apaandeh author gak jelas*
"Yesung~ah! Kau berisik sekali. Lebih baik kau tidak usah ikutan menyanyi," seru Wookie. Tapi Yesung tidak menghiraukan omongan Wookie.
"Eh ada Noona, a-yo Noona. Ikutan nonton."
"Ini suju kah?"
"Ne. Bukankah kau suka suju juga?"
"Ne, tapi....kok masih pada muda ya? Bukankah usia mereka sudah 30an?"
"Mwo? Noona ngaco."
"Hem, maksudku itu saat di masaku. Tapi di masaku, mereka hanya ber-10."
"Jinjjayo? Noona jangan ngaur ah."
"Geurae! Kau lihat yang itu?"
"Ne, itu Han Kyung, terus itu Kim Kibum, dan yang itu Kim Yeong Woon."
"Nah, di tahun 2005 suju sempat terpisah. Han Kyung Oppa membatalkan kontraknya dengan SMent, Kim Kibum Oppa lebih memilih ke dunia acting, dan Yeong Woon Oppa dikeluarkan dari suju."
"Mwo? Itu semua tidak mungkin terjadi Noona. Noona ini ada-ada saja."
"Geurae! Aku tidak mengada-ada. Karena para ELF terus menuntut SMent untuk mengembalikan mereka bertiga. Akhirnya di tahun 2009, mereka kembali menjadi ber-13 lagi dan bahkan bertambah Zhoumi dan Henry. Tapi mereka hanya di sub group Super Junior M."
"Twinkle twinkle little star jabgien ddeugeoun geunyeoga nabbeuge boyeo ggeulryeotdago bwabwa nae mali teulryeotna
Almyeon dwaetgo go go go go geunyeoman chyeoda bo bo bo bo bwa
Neon dasi malhae nabeeun nabbeun nabbeun aniya stop!
Neomu yebbeun ge joeilbbun........................," Yesung meneruskan nyanyiannya.
"Eh? Aku dicuekin lagi?"
"Noona, a-yo ikutan nyanyi."
"Anio~ aku menonton saja."
Tak berlangsung lama mereka menonton, Wookie pun tertidur pulas di belakang Yesung.
"Aigo! Noona, ireona! Ini kan kamarku."
"Hhh~ yasudahlah. Aku tidur di kamarnya saja."
Yesung pun pergi meninggalkan kamarnya dan menuju kamar Wookie.
--tbc--
berlanjut ke part 4 ya, readers.
*orang gak ada yg ngarepin -,-*
kenapa Yeong Woon di keluarkan.
BalasHapusAuthor ngaco' deh.....
^^