Senin, 28 Februari 2011

FF YeWook // KyuMin :: Seven Days in The Past (Part. 2)

Genre : Family, Romance
Cast :
-Kim Ryeowook as Wookie (yeoja)
-Kim Jong Woon as Yesung (namja)
-Lee Sungmin as Minnie (yeoja)
-Cho Kyuhyun as Kyuhyun (namja)
-Han Kyung as Hangeng (Appa from Wookie)
-Kim Heechul as Heenim (Eomma from Wookie
-Shin Dong-hee as Shindong (Imo from Yesung)
-Kim Young Woon as Kangin (Koki di rumah Yesung)
-Lee Hyuk Jae as Halmeoni (Mami from Hangeng)
-Choi Siwon as Harabeoji (Papi from Hangeng)
-Kim Kibum as Kibum (Leader 'BumBOOM')
-Lee Donghae as Donghae (namja)
-Park Jeong Soo as Leeteuk Ahjussi

Summary : Wookie tercengang karena ia benar-benar berada di masa lalu. Ketika ia hendak pergi ke Gedung SME, ada sekelompok anak nakal bernama 'BumBOOM' yg diketuai seorang anak bernama Kibum mengganggu Yesung.Setelah menyingkirkan 'BumBOOM', Wookie pun pergi mengantarkan Yesung lalu menuju ke Gedung SME. Karena ia tidak menemukan apapun di sana, ia pun pergi ke kampus kedua orang tuanya.

Yesung berpikir panjang dan akhirnya mengiyakan untuk menerima Wookie singgah di rumahnya. Wookie tersenyum lega dan memeluk anak itu.

"Jangan peluk aku!" katanya kesal.

"A~ mianhae. Aku tidak akan mengulanginya lagi."
Anak itu membuka pintu gerbang rumahnya dan Wookie mengikutinya dari belakang.

"Yesung-ssi, kau baru pulang?" tanya seorang namja.

"Ne, Koki Kangin. Shindong Imo ada di rumah?"

"Ne, tapi sepertinya mau pergi lagi."

"Kajja! Ikut aku," ajak Yesung pada Wookie.

"Yesung~ah, kau sudah pulang? Siapa itu?" tanya Shindong Imo menunjuk kepada Wookie.

"Ini Wookie, dia anak chingu Eomma dari Incheon. Dia akan tinggal disini selama liburan, Imo."
Wookie terkejut dan merasa heran mendengar perkataan Yesung.

"Kotor sekali!" seru Shindong Imo yang memandang Wookie dari atas sampai bawah.

"Dia kan dari kampung, Imo. Apa yang bisa Imo harapkan?"

"Ne, baiklah. Terserah. Wookie~ah, kau tempati saja kamur tamu," kata Shindong Imo kehilangan minat.

"Yesung~ah, Imo pergi dulu ya. Jangan nakal."
Shindong Imo berkalu darh hadapam Yesung. Tak lama kemudian, suara mobil dari halaman depan terdengar, menandakan kepergian Shindong Imo.

"Koki Kangin!" teriak Yesung.

"Ne, waeyo, Yesung-ssi?"

"Koki Kangin, ini Wookie, anak chingu Eomma dari Incheon."

"Annyeong hasimnika, Koki Kangin," ucap Wookie sambil membungkuk.

"Annyeong hasimnika, Wookie-ssi."

"Koki Kangin, sepertinya Wookie kelaparan. Tolong buatkan makanan ya."

"Ne, Yesung-ssi," jawab Koki Kangin sambil berlalu ke dapur.

**************************************************************************

Tak lama kemudian, Koki Kangin datang membawa makanan. Wookie langsung mengambil makanan itu. Yesung hanya memperhatikan Wookie. Tetapi Wookie makan dengan lahap sehingga tidak memedulikan tatapan Yesung.

"Noona rakus sekali," komentar Yesung.

"Aku memang makannya banyak."
Setelah Wookie merasa kenyang, Yesung mengajaknya ke kamar tamu.

"Noona bisa tidur di kamar ini," kata Yesung.

"Gomapta."

(Malam harinya...)

"Yesung~ah, hari ini tanggal berapa?"

"Hari ini tanggal 29 Juni 1990."

"Mwo?! 29 Juni 1990?! Yg benar saja! Tidak mungkin!" teriak Wookie. Yesung memandang Wookie dengan penasaran.

"Terakhir kali aku ada di tahun 2010. Tepatnya tanggal 6 Juli 2010."

"Noona, kau ini bicara apa sih?" tanya Yesung bingung.

"Tidakkah kau mengerti, Yesung? Aku terlempar ke masa lalu, dua puluh tahun dari masa tempatku berasal."

"Tidak ada yang namanya perjalanan waktu."

"Ada. Aku adalah manusia masa depan. Bahkan aku belum lahir di tahun ini."

"Hhh~ aku rasa Noona perlu istirahat."

"Tunggu, aku bisa membuktikan bahwa aku berasal dari tahun 2010."

"O~ne?"

"Ne, di masa depan, mobil yang diparkir di halaman rumahmu sudah menjadi barang langka karena mobil di masaku lebih canggih."

"Noona akam mengatakan bahwa mobilnya bisa terbang?"

"Anio~"

"Lalu, apa bedanya dengan mobil tahun ini?"

"Modelnya beda! Di masaku juga ada internet, iPod...."

"Mwo? Ai Pot? Pot bunga?"

"A~ani. iPod tuh semacam alat untuk mendengarkan lagu, kita bisa membawanya ke mana-mana. Bentuknya ringan dan kecil."

"Noona bisa saja mengarang hal-hal itu....hahaha."

"Tunggu, di masa depan ada yang namanya komputer."
Yesumg mengajak Wookie ke ruang tamu. Di sana dia membuka kain yang menutupi sebuah benda.

"Jigeum, aku juga punya komputer. Ini yang paling canggih, sudah ada empat warna."

"Ne, memang. Tapi komputer di masaku sudah punya jutaan warna."

"Itu kan hanya kata Noona."

"Aigo!" Wookie menepuk kepalanya sebagai tanda frustasi.

"Mengaku saja. Noona kabur dari rumah kan?"

"Anio!"
Tiba-tiba pandangan Wookie tertuju pada televisi di depannya.

"Kau lihat ini? Televisi di masaku, gambarnya sudah berwarna, tidak hitam putih lagi."

"Wow! Sepertinya Noona memang datang dari masa depan," seru Yesung sambil mengedip-ngedipkan matanya.

"Nah kan! Apa kataku," Wookie pun tersenyum lebar. Yesung berjalan mendekati TV dan menghidupkannya.

"Lihat! Kami sudah punya TV berwarna dari kapan tau."

"Arghh sial! Aku dipermalukan oleh anak kecil."

"Hoam! Aku capek. Lebih baik Noona juga istirahat. Siapa tahu besok pikiran Noona sudah kembali normal."

"Anak itu benar-benar menyebalkan," batin Wookie. Wookie cemberut melihat Yesung masuk ke kamarnya tanpa memperhatikan Wookie lagi. Wookie terus berusaha memikirkan semua kejadian yg dianggapnya tidak masuk akal.

"Ini semua pasti hanya mimpi. Besok pagi saat aku terbangun, semuanya akan kembali seperti semula," ucap Wookie yang meringkuk di atas tempat tidurnya. Lalu Wookie pun memejamkan matanya untuk tidur.

*******************************************************************************

Suara ayam berkokok membangunkan Wookie.

"Hoaam! Berisik banget sih. Sejak kapan Appa pelihara ayam di rumah?" ucap Wookie setengah sadar.

"Tunggu dulu....ayam??" ia pun langsung membuka matanya, lalu melihat kalender di depannya.

"Mwo? Masih tahun 1990? Jadi...jadi aku benar-benar terlempar ke masa lalu?" ucapnya kesal. Ia langsung beranjak dari tidurnya. Ia baru sadar saat melihat cermin di depannya, ternyata dirinya masih mengenakan gaunnya yang belepotan tanah. Wookie pun membuka pintu kamarnya dan menuju ke kamar Yesung.

'TOK! TOK!'

"Yesung~ah, kau sudah bangun?"

Pintu kamar tiba-tiba terbuka.

"Waeyo?" tanya Yesung tanpa ekspresi.

"Hhm, begini....apa kau punya baju ganti untukku? Kau lihat baju ku kan? Baju ini sudah tak layak pakai."

"Ne, kajja! Ikut aku."
Mereka berjalan menuju kamar di lantai dua. Mereka masuk ke kamar itu dan membuka lemari pakaian yang ada di dalamnya.

"Piih saja sendiri. Dulu ini adalah baju-baju Eomma."

"Kau tidak keberatan aku memakai baju Eomma mu?"

"Gwaenchana. Jangan dikotorin."

"Hhh~ pakaiannya tidak modis. Tapi apa boleh buat," batin Wookie. Setelah selesai memilih pakaian untuk ia kenakan, kemudian ia mandi dan mengenakan pakaian tersebut.

"Benar-benar tidak pantas denganku," ucap Wookie sambil menata tatanan bajunya. Wookie mencoba memakai sepatu hak tingginya, namun ternyata kakinya masih lecet. Ia masuk ke kamar orang tua Yesung lagi dan mencari-cari sepatu.

"Nah ini dia. Tak apalah kebesaran dikit. Yang penting kaki ku tak lecet lagi."
Kemudian Wookie pergi ke ruang makan beberapa saat kemudian.

"Joheun achim, Koki Kangin," sapa Wookie.

"Ne, Joheun achim, Wookie~ssi," sahut Koki Kangin.

"Yesung dan Shindong Imo mana?"

"Yesung-ssi sudah pergi les. Kalau Shindong Imo belum bangun. Apa kau ingin makan duluan?"

"Ne," jawab Wookie singkat karna sudah kelaparan. Ia langsung melahap sashimi yang ada di piring miliknya dan meneguk segelas susu.

"Nyam...nyam. Kenyang. Koki Kangin...."

"Ne, waeyo Wookie-ssi?"

"Apa keluarga Yesung punya mobil lagi yang bisa saya pakai?"

"Anio~ cuma Shindong-ssi yang punya mobil. Tapi, ada sepeda milik Appa Yesung-ssi di depan."
Wookie bergegas menuju depan rumah. Sebuah sepeda tersandar di tembok tak jauh dari pintu gerbang. Wookie mengambil sepeda itu dan mencoba mengendarainya. Di kejauhan, Wookie melihat Yesung yang dikerumuni oleh sekelompok anak seumurannya, yang biasa disebut dengan 'BumBOOM'. Salah satu anak mengambil tas Wiliam dan sang leader, Kibum, merenggut pakaian Yesung.

"Hey! Lepaskan dia," refleks Wookie pun teriak pada sekelompok anak-anak itu. Semua anak dari kelompok 'BumBOOM' itu langsung bubar. Wookie turun dari sepeda dan mendekati Yesung.

"Gwaenchanayo?"

"Ne, gwaenchana."

"Apakah mereka memukulmu?"

"Anio~ kelompok 'BumBOOM' itu hanya menginginkan uang jajanku."

"Syukurlah, kau tidak diapa-apakan mereka. Yesung~ah, kajja. Aku antar ke tempat les," ajak Wookie. Seketika pandangan Wookie tertuju pada lebam-lebam di lengan Yesung.

"Omona! Tanganmu! Aku akan memberi mereka pelajaran!" Wookie hendak mengejar 'BumBOOM' itu, namun Yesung menarik bajunya dan menghentikannya.

"Biarkan saja. Kajja! Aku tidak mau telat ke tempat lesku."

"Ne, aku akam menemanimu les setiap hari. Kau tidak perlu khawatir lagi pada mereka, Yesung saeng."

"Noona tidak perlu melakukannya."

"Sudahlah. Setidaknya aku bisa membalas kebaikanmu karena aku telah menumpang di rumahmu. Kajja, aku bonceng," jelas Wookie. Dengan ragu Yesung naik ke boncengan sepeda. Yesung memberitahu arah ke tempat lesnya, dan Wookie terus mengayuh sepedanya dengan cepat. Setibanya di tempat les, Yesung turun dari sepeda.

"Aku akan menjemputmu lagi. Jam berapa kau selesai les?"

"Jam 12."

"Aku akan tiba disini pukul dua belas. Yesung~ah, sebenarnya aku sungkan memintanya darimu. Tapi, bolehkah aku minta uang? Siapa tahu aku butuh untuk beli sesuatu."

"Mwo? Lalu, apa bedanya Noona dengan 'BumBoom'?"

"Hhm...tapi kan aku meminta, tidak memalak. Boleh ya? Tidak usah banyak-banyak."

"Hhh~ ini!"

"Mwo? 100 won? Bisa jajan apa dengan 100 won? Paling hanya cukup untuk beli minuman."

"Hhh~ dengan 100 won, kau bisa membayar bensin motor selama seminggu."

"Ne, ne. Aku lupa kalau sekarang di tahun 1990. Mianhae, Yesung~ah," kata Wookie. Yesung mencibir, lalu berlari memasuki tempat lesnya. Wookie menarik napas dan melanjutkan perjalanannya ke Gedung SME. Setelah sampai, ia langsung memarkir sepedanya lalu berjalan perlahan sambil memperhatikan keadaan sekitar untuk menyusup masuk. Ia berlari ke lantai tiga dan mencari lukisan tersebut. Ternyata lukisan itu tidak ditemukannya di mana-mana. Wookie kelelahan dan duduk di lantai seraya menutup matanya.

"Mengapa lukisan itu tidak ada? Ayo Wookie berbikir. Hhh~"

"Tunggu....waktu itu di bawah keterangan lukisan tertulis 6 Juli 1990. Ya, itu dia! Lukisan itu akan dipasang tanggal 6 Juli 1990, tepat pembukaan gedung ini. Hari ini tanggal 30 Jumi 1990. Itu artinya, enam hari lagi aku bisa pulang," ucapnya pada dirinya sendiri. Dia tidak sabar mengatakan hal itu pada Yesung.

"Tapi kan, Yesung tidak percaya kalau aku dari masa depan. Tidak ada seorang pun yang memercayai ku. Tunggu dulu, mungkin Appa dan Eomma akan percaya. Aku harus pergi menemui mereka. Tahun 1990, berarti mereka masih kuliah. Ya! Aku ke kampusnya saja," ujar Wookie panjang lebar pada dirinya sendiri.
Dengan ide itu di kepalanya, Wookie menuruni tangga dan keluar gedung dengan hati-hati. Ia mengendarai sepedanya kembali dan bergegas menuju kampus orang tuanya. Sesampainya Wookie di depan kampus, ia memarkir sepedanya. Ia pun melaksanakan niatnya mencari Appanya di Fakultas Hukum, dan melihat ke dalam ruangan kampus yang ada di sana. Appanya tidak ada dimana-mana. Wookie lalu beranjak mencari Eommanya di Fakultas Pariwisata, lagi-lagi dia gagal menemukan Eommanya di sana. Wookie pun melangkah menuju sebuah bangku yang tak jauh dari Fakultas tersebut. Wookie duduk di sana untuk beristirahat terlebih dahulu. Tiba-tiba sebuah sepeda motor hitam memasuki area kampus. Pengendaranya menghentikan sepeda motornya tak jauh dari tempat Wookie duduk. Suara decitan rem membuat semua orang melihat ke arah pengendara motor itu. Di belakangnya, seorang yeoja turun dari boncengan dengan tenang. Sekilas Wookie melihat yeoja itu memakai celana jeans putih dengan baju pink tersenyum kepada pengendara sepeda motor itu. Rambutnya panjang sepundak, dan memakai poni. Kedua telinganya memakai sepasang anting besar. Dia memakai bedak yang tebal dengan eye shadow biru.

--tbc--
ditunggu RCL nya ^^

FF YeWook // KyuMin :: Seven Days in The Past (Part. 1)

Annyeong! Aku balik lagi bawa ff ketiga ku ^^
*gak ada yg ngarepin*
langsung aja ya, check it out! (?)

Genre : Family, Romance
Cast :
-Kim Ryeowook as Wookie (yeoja)
-Kim Jong Woon as Yesung (namja)
-Lee Sungmin as Minnie (yeoja)
-Cho Kyuhyun as Kyuhyun (namja)
-Han Kyung as Hangeng (Appa from Wookie)
-Kim Heechul as Heenim (Eomma from Wookie
-Shin Dong-hee as Shindong (Imo from Yesung)
-Kim Young Woon as Kangin (Koki di rumah Yesung)
-Lee Hyuk Jae as Halmeoni (Mami from Hangeng)
-Choi Siwon as Harabeoji (Papi from Hangeng)
-Kim Kibum as Kibum (Leader 'BumBOOM')
-Lee Donghae as Donghae (namja)
-Park Jeong Soo as Leeteuk Ahjussi


Summary : Wookie kesal sekali ketika harus ikut appanya ke Gedung SME. Itu artinya dia akan bertemu dengan Kyuhyun, mantan namjachingunya dan itu berarti ia juga akan bertemu Minnie, musuh bebuyutannya yang telah merebut Kyuhyun. Merasa frustasi oleh situasi, tak sadar Marissa menangis di depan sebuah lukisan, dan bergumam seandainya saja ia bisa menghilang. Wookie pun berada di tahun 1990, tepatnya 29 Juni 1990.


Wookie memandang jalanan dari kaca jendela mobil tanpa antusias. Hari ini Eomma dan Appa mengajaknya pergi ke pesta, padahal dia lebih suka ada di rumah. Mobil Appa memasuki sebuah gedung, dan tak berapa lama kemudian berhenti.

"Kau tidak mau turun?" tanya Appa. "Kita sudah sampai."

"Bisakah aku pulang saja?" tanya Wookie setengah memohon.
Eomma langsung berkata kesal, "Wookie~ah, kita sudah membicarakan hal ini di rumah. Acara ini penting untuk Appamu."
Appa menyentuh pundak Marissa.

"Appa tahu kau tidak ingin ada di sini. Kau tidak ingin bertemu mereka. Tetapi, mengurung diri di kamar tidak akan memperbaiki keadaan."
Alasan utama Wookie tidak mau menghadiri pesta ini karena dia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun dan Minnie. Satu bulan yang lalu, Kyuhyun memutuskan dirimya. Wookie tidak habis pikir mengapa Kyuhyun tega melakukannya. Rasa sakit hati Wookie semakin parah ketika Kyuhyun lebih memilih Minnie, musuh bebuyutannya.
Pandangan Wookie beralih pada sebuah karangan bunga di depan gedung yang bertuliskan 'Selamat atas dua puluh tahun berdirinya Gedung SME.'

"Wookie~ah, ayo masuk!" ucap Eomma seraya melangkahkan kakinya memasuki lift.
Di lantai ketiga pintu lift terbuka, mereka keluar dari lift dan berjalan menuju hall. Wookie menatap Kyuhyun dan Minnie tak jauh di depannya.

"Hhh~ Minnie sengaja datang lebih awal untuk menghinaku. Aku benar-benar benci dia," ucap Wookie pelan.

"Eomma, aku mau ke toilet dulu," katanya kemudian. Setengah berlari, Wookie meninggalkan tempat itu dan masuk ke toilet.

"Aku benar-benar beci mereka!" bisiknya sambil menangis.

"Appa, aku tidak sekuat yang kau bayangkan. Aku harus pergi," batinnya.
Dengan tekad bulat, Wookie keluar dari toilet dan berjalan ke arah tangga di hadapannya. Dilihatnya jam dinding besar di aula gedung menunjukan pukul enam sore. Pandangannya lalu tertuju pada lukisan dekat tangga kemudian ia berjalan menghampirinya. Dia membaca keterangan di bawahnya.

Judul Lukisan : Menembus waktu
Tahun dibuat : Diperkirakan sekitar abad 17-19
Pelukis : Tidak diketahui
Keterangan : Konon, lukisan ini bisa mengabulkan permohonan.

"Mengabulkan permohonan?" Wookie tertawa pendek. Merasa frustasi oleh situasi, tak sadar Wookie menangis di depan lukisan itu.

"Aku benci Kyuhyun dan Minnie! Aku benci semuanya! Aku harap tempat ini ditutup saja sehingga aku tidak perlu menghadiri tempat ini, dan bertemu dengan orang-orang yang menyakiti hatiku!"
Wookie membalikkan badannya dan melangkah menuruni tangga. Tiba-tiba seluruh ruangan bergetar hebat.

"Omo! Waegeurae?!" Wookie panik lalu terjatuh. Secara refleks diangkatnya tangannya untuk melindungi kepala kemudian dia menutup matanya.

Entah berapa lama Wookie tertelungkup. Lantai gedung sudah tidak bergetar lagi. Di saat ia membuka matanya, seluruh gedung gelap gulita.

"Annyeong! Ada orang di sini" teriaknya dengan ragu.

"Eomma! Appa! Kalian ada di dalam?" Wookie membuka pintu ruang acara.

"Dimana semua orang?! Apa mereka sudah di luar gedung?" hatinya bertanya-tanya. Ia pun memutuskan keluar dari gedung, ia menuruni tangga. Tiba-tiba ada cahaya senter di kejauhan mendekati Wookie. Suara anjing menggonggong mengikuti arah cahaya senter itu. Wookie ketakutan. Tanpa pikir panjang, Wookie lari sekencang-kencangnya menuju pintu yang terbuat dari kawat dan membukanya. Seketika tatapan Marissa tertuju pada papan putih di depannya, dengan tulisan besar.

GEDUNG SME AKAN DIBUKA TANGGAL 6 JULI 1990

"Mwo? Waegeurae? Apa ini hanya lelucon?" kening Wookie berkerut dan tubuhnya merinding.

"Lebih baik aku pulang ke rumah," batin Wookie.

************************************************************************

Sepanjang jalan yang dilaluinya, Wookie kebingungan. Semua yang dilihat tidak seperti biasanya. Wookie berjalan menyusuri jalan utama, lalu berbelok menuju jalan ke rumahnya. Ia terus meneruskan langkahnya. Tak berapa lama kemudian ia sampai di depan rumah. Hatinya lega. Disaat ia mencoba memencet bel, namun bel itu tidak ada di tempatnya dan gerbang pun terkunci. Wookie semakin bingung. Ia akhirnya berjalan memutar ke samping rumah dan menemukan lubang yang tersembunyi di balik pepohonan. Ia pun memasuki rumah lewat sebuah lubang itu. Gaun yang masih dipakainya pun langsung kotor berlepotan tanah. Wookie memandang rumahnya.

"Rasanya ada yang beda."
Tiba-tiba terdengar suara anjing besar menggonggong dari dalam rumah.

"Omo!! Masa aku harus berurusan dengan anjing galak untuk kedua kalinya?" keluh Wookie.

"Siapa di luar?!" teriak sang penghuni rumah yang tak lain adalah harabeojinya Wookie.

"Omona! Itu kan suara harabeoji?"

"Papi! Sepertinya ada maling di depan rumah kita!" teriak seorang yeoja yang tak lain adalah halmeoninya Wookie.

"Mwo! Aku disangka maling sama halmeoniku sendiri?" batin Wookie. Ia pun semakin panik.

"Mami diam saja di rumah! Mana pemukul bola? Sini...berikan pada Papi!" ucap harabeoji Wookie.

"Gaswat! Aku harus...kaaburr!" Wookie berlari ke arah lubang tadi. Setelah itu ia berlari sekencang-kencangnya.

(Sejam kemudian....)

"Hosh! Hosh! Kenapa semua nampak berbeda?" ucap Wookie terengah-engah. Matanya kemudian melihat sosok anak namja sedang berdiri di tengah jalan. Tak jauh, sebuah mobil melaju kencang menuju anak itu.

"Hey, kau! Awas ada mobil!" Wookie pun berlari dan berteriak. Dengan sekuat tenaga, Wookie pun menarik ke luar anak itu dari jalanan. Keduanya jatuh di seberang jalan. Wookie terengah-engah.

"Lepaskan!" teriak anak itu.

"Gwaenchanayo?" Wookie melepaskannya dan menatap anak itu. Lalu mereka berdua berdiri.

"Hey, Anak kecil. Gwaenchanayo?"
Anak itu tidak menjawab, bahkan dia malah pergi meninggalkan Wookie.

"Dasar anak tidak tahu terima kasih," ucap Wookie kesal setengah hidup (?)

"Hey! Tunggu!" teriak Marissa lalu menyentuh pundak anak kecil itu.

"Jangan sentuh aku!"

"Hhh~ arasseo. Aku hanya ingin tahu apakah kau baik-baik saja. Tidak ada yang terluka, kan?"
Tetapi anak itu tidak menjawab dan berjalan lagi. Wookie mengikuti anak itu.

"Naneun Wookie imnida. Kau punya nama kan?"

"Aku dilarang memberitahu namaku kepada kepada orang yang tidak dikenal."

"Aku ini kan yang menyelamatkan hidupmu."

"Aku tidak memintamu kan?"

"Kau ini....Grrr! Apa kau tidak diajari sopan santun oleh orang tuamu?"

"Orang tuaku sudah meninggal!" katanya ketus.

"Mianhaeyo. Aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin mengetahui apa kau baik-baik saja."

"Mwo? Dicuekin?" batin Wookie.

"Hei, aku tahu kau marah padaku. Tapi, bolehkah aku singgah sebentar di rumahmu? Aku sangat haus," tanya Wookie dengan manis.

"Rumahku bukan tempat orang terlantar."

"Kau harus mengizinkanku! Kau kan berutang padaku!"

"Anio!"

"Aku mohon..."

"Anio!"
Wookie tertunduk menyerah. Ia berjalan ke depan gerbang dan duduk disana. Air matanya keluar dan ia menangis heran. Anak itu memandang yeoja di depannya tanpa bersuara. Dia lalu berjalan mendekati yeoja itu.

"Kau boleh tinggal di rumahku."

"Jinjja? Aku akan melakukan apapun."

"Kau bisa masak?"

"Anio~"

"Dasar tidak berguna! Aku pikir kau bisa membantu koki Kangin untuk memasak makanan enak."

"Aku bisa belajar memasak. Tolong bantu aku!"

--tbc--
yang baca, jangan lupa tinggalkan jejaknya ^^

Kamis, 24 Februari 2011

FF SUPER JUNIOR & HEY! SAY! JUMP! (Part. 7)/ENDING

Tittle : Kim Ryeowook is Wookie?

Genre : Romance again

Cast :

-Maulida Farhamnah as Tanaka Sora

-Dwitya Andini Patty as Yamashita Yumeko

-All member Hey! Say! Jump (BB Jepang)

-Member Super Junior K.R.Y

-Kawashima Umika



_AUTHOR POV_

(Esok paginya....)

"Yume~ah, aku bosan di rumah terus. Ayolah kita keluar rumah."

"Ayok. Kemana?"

"Ke asrama."

"Nani? Ke asrama? Hhm...tidak ah, aku sibuk."

"Sibuk? Daritadi kau hanya tidur-tiduran saja tuh, tidak ada sibuk-sibuknya. Ayolah."

"Tidak mau. Aku malas."

"Yume, ayolah," ucap Sora sambil merayu Yume.

"Ya ya ya. Baiklah. Tapi aku tak mau berlama-lama disana."
Yume pun mengiyakan ajakan Sora dan berangkat menuju asrama. Setibanya di asrama,

'TOK! TOK!'

"Ohayou gozaimasu. Yume? Sora?"

"Ohayou gozaimasu, Nii-chan," sahut Sora dan Yume. Kemudian mereka beranjak ke dalam.

"Chii dan Inoo tidak ada?"

"Dia sedang ada di kamar berdua. Kenapa Yume?"

"A~daijobu."

"Oh iya, kalian mau minum apa? Biar aku buatkan minuman dulu."

"A~tidak usah, Nii-chan. Biar aku saja ya yang buatkan minumannya."

"Eh?"

"Kenapa kau heran begitu?"

"Tidak kok."

"Yasudah, tunggu ya, aku buatkan dulu."
Lalu Yume pergi menuju ke dapur untuk membuatkan minuman.

*****************************************************************************

Yume pun kembali ke ruang tengah untuk membawakan minuman. Ketika ia melewati kamar Inoo, ia pun tak sengaja mendengarkan pembicaraan antara Inoo dan Chii di kamar.
"Chii, sepertinya kau juga menyukai Yume ya?"

"Ah~ aku....aku tidak menyukainya. Hahaha. Bagaimana mungkin aku menghianati kekasihku."

'PRAANK!' Gelas yang berisi minuman pecah oleh Yume.

"Jadi, Chii....dia sudah mempunyai kekasih?" ucap Yume pelan lalu berlari menuju keluar rumah, tetapi Kota menghalangi Yume. Yume pun memeluk sepupunya itu.

"Kenapa kau?"

"Nii-chan, kau jahat. Mengapa kau tidak pernah bercerita kalau Chii sudah mempunyai kekasih??" tangis Yume.

"Nani?! Bahkan aku tidak tahu kalau dia sudah punya kekasih."
Sementara di seberang sana,

"Chii, tadi itu suara apa?"

"Tidak tahu, tapi sepertinya ada yang pecah."
Chii dan Inoo langsung beranjak dari duduknya lalu membuka pintu kamar mereka.

"Pecahan gelas??"

"Ya, siapa yang memecahkan gelas?" ucap Inoo sambil celingak-celinguk. Chii dan Inoo segera membereskan pecahan-pecahan gelas itu. Setelah mereka selesai membereskan pecahan gelas itu, mereka pergi melangkah menuju ruang tengah.

"Nii-chan!" panggil Chii. Mereka pun tersentak melihat di ruang tengah ada Yume dan Sora juga.

"Yume? Sora?" ucap Inoo. Mendengar suara itu, Yume langsung melepaskan pelukannya dari sepupunya itu.

"Ada apa ini?" tanya Inoo.

"Mmm...Tidak ada apa-apa. Inoo. Inoo, aku akan menjawab pertanyaanmu yang kemarin itu. Aku....aku mau menjadi kekasihmu, Inoo."

"Benarkah?" tanya Inoo tak percaya. Ia pun langsung memeluk Yume.

"Apa-apaan ini?" ucap Chii dalam hati.

"Nii-chan, mengapa jadi kacau seperti ini? Aku tahu betul, Yume itu sangat menyukai Chii. Tapi...." ucap Sora berbisik pada Kota.

"Ya, tapi yasudahlah, biarkan berjalan seperti ini dulu, Sora."
Kemudian Chii melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

**********************************************************************************

(Backsound : Super Junior - She's Gone)

"Kenapa akhirnya malah jadi seperti ini? Hhh~ ternyata begini ya rasanya patah hati? Aduh, Chii! Sudahlah! Lupakan Yume! Ini kan rencanamu sendiri untuk membuat Yume dan Inoo bersatu," ucap Chii panjang lebar di kamarnya.

"Sudah ku duga," ucap seorang yeoja di ambang pintu kamar.

"Sora~ah? Sejak kapan kau berdiri disitu?" tanya Chii, lalu Sora menghampiri Chii.

"Sejak tadi. Ternyata memang benar kan apa yang ku duga?"

"Kenapa sih, kalian harus mengorbankan kebahagiaan kalian berdua? Dan kau Chii, seharusnya kau juga jangan egois."

"Apa maksudmu? Aku melakukan ini juga untuk..."

"Untuk apa? Untuk menghancurkan Yume?! Itu yg kau mau?" timpal Sora.

"Hey kalian berdua! Apa-apaan ini?"

"Nii-chan?" Sora dan Chii pun menengok serentak ke arah Kota.

"Apa yang sedang kalian ributkan?"

"Chii itu terlalu egois, Nii-chan."

"Hey! Apa maksudmu!"

"Sudah! Jangan kayak anak kecil. Sora, kan tadi sudah ku bilang, biarkan saja berjalan seperti itu dulu." "Ya, Nii-chan. Hhh~ gomen ne, Chii."

"Ya, Sora, daijobu. Bokumo."

*******************************************************************************

(Tanggal 21 Juni 2010, 4 P.M....Summary concert at 2010)

Hey! Say! Jump - SMILE SONG

Ima hayari no zasshi nanka suttee
ORIGINAL de shoubu shiyou
Jibun rashi sa ittai nan darou
Nayan jau

Suki na koto wo kimi wa
gaman nanka shitenai kai
suki to ie chau
sono naka ni kitto
ORIGINAL! aru yo

Let’s change myself!!!

SUN SUN SUN
kyuuku tsuna fuku wo
nugi sute you jiyuu ga tobidasun da

SUN SUN SUN
hoka no dare tomo chigau
kimi wa kimi no
sou hitotsu dake no taiyou
sou sa, sou sa

kakko tsukete suma shite itemo
sore dake jaa ne tsuman nai kara sa
kakko warui jibun mo dashi chaou
ii jan

kirai na koto kimi wa
nige chatta rishite nai kai
iya na koto no sa
sono naka ni kitto
hakken! ga aru yo

Let’s change yourself!!!

swing swing swing
yureteru mirai
mitsukaru yo kimi dake no STYLE ga

swing swing swing
hoka no dare ni mo dekinai
kimi wa kimi no sou hitotsu dake no taiyou

ochikonde mo minna soba ni iru kara
daijoubu da yo
tachi agatte yo
te wo kasu kara
saa

Let’s change myself!!!

SUN SUN SUN
kyuuku tsuna fuku wo
nugi sute you jiyuu ga tobida sunda

SUN SUN SUN
hoka no dare tomo chigau
kimi wa kimi no
sou hitotsu dake no taiyou
sono, kagayaki wo motto zutto

Let’s change myself!!!
Let’s change yourself!!!
Let’s change!!!

Setelah HSJ selesai perform, mereka pun mempersiapkan untuk menampilkan acara sirkus karena tema mereka pada saat itu adalah sirkus. Yesung dan Kyuhyun pun berniat untuk mengerjai Ryeowook.

"Kota, aku berniat ingin mengerjai Ryeowook di ulang tahunnya hari ini. Aku pinjam acaramu sebentar saja. Apa boleh?" ucap Yesung kepada Kota dalam bahasa jepang.

*emangnya Yesung bisa bahasa jepang yak?*

"Nani? Ryeowook ulang tahun?"

"Ya, bahkan aku dan Kyu sudah mempersiapkan kue ulang tahun untuknya."

"Lalu, kita akan mempersiapkan surprise apa untuknya?"

"Kau lihat yang disana itu?" tanya Yesung sambil menunjuk sesuatu.

"Itu? Seekor anjing?"

"Yap!"

"Lalu apa hubungannya Ryeowook dengan anjing itu? Perasaan Ryeowook gak ada mirip-miripnya deh sama anjing itu."

"Ya siapa yang bilang Ryeowook mirip sama tuh anjing, Kota?"

"Ya gak ada sih. Lalu apa?"

"Ryeowook itu kan sangat takut pada anjing, nah apalagi sama anjing yang segede gamreng gitu. Kita buat surprise biar dia ketakutan setengah hidup (?). Bagaimana menurutmu?"

"Good idea! Kau atur saja, soalnya aku tidak mengerti...hehe."

*gubrak! Kota nii-chan kadang tulalit*

**********************************************************************************

"Yesung hyung, kenapa mataku harus ditutup segala sih?" tanya Ryeowook penasaran.

"Sudah, jangan bawel. Jalan saja," jawab Yesung menuntun Ryeowook. Kyuhyun pun yang tahu rencana hyungnya itu menahan tawanya di belakang.

"Kyu~ah, mengapa kau ketawa-ketawa?" tanya Kota.

"Nii-chan, I don't understand the Japanese language."

"O~ i'm sorry, i'm forget...kkekke."
Yesung terus menuntun Ryeowook sampai ke atas panggung, sementar Kyu dan Kota mengikuti dari belakang. Para penonton konser pun penasaran.

"Hyung, sebenarnya kita mau ngapain sih?"

"Sudah, pegang itu. Jangan melawan ya."

"Mwo? Ini apa hyung? Seperti anjing," ucap Ryeowook meraba-raba hewan itu.

"Anio~ itu kucing," jawab Yesung menahan tawa.

"Eh? Anio~ ini anjing. Masa kucing segede gamreng?"

"Itu kucing spesies baru. Kalau tidak percaya, buka saja penutup matamu."
Akhirnya Ryeowook membuka penutup matanya perlahan.

"Huaa~ eommaaaaaaa!! Hyung, singkirkan! Ku mohon!" teriak Ryeowook ketakutan setengah hidup.

"Oh tidak bisa," seru Yesung. Tiba-tiba lampu panggung padam sejenak.

"Aigoo~ ini yang punya tempat belum bayar listrik kali ya? Hey guguk! Huss! Huss! Jangan dekat-dekat aku."
Perlahan akhirnya lampu panggung menyala kembali dan diiringi suara merdu dari semua orang yang berada di tempat itu.

"Saengil chukae hamnida! Saengil chukae hamnida! Saranghaneun Kim Ryeowook, saengil chukae hamnida!"

"Omona! Aku hampir lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Gamsahamnida untuk semuanya, termasuk untuk semua member super junior walau mereka tidak berada disini semua....i'm verry verry happy! Gamsahamnida. Arigatou gozaimasu!"

"Ryeowook hyung, sangil chukae," ucap Kyu seraya memberika sebuah kado.

"Eits...kadoku jangan dibuka sekarang."

"Saengil chukae, Ryeowook~ah."

"Gomawoyo, Sora~ah. Apa ini?"

"Buka saja."

"Mwo? Gelang ini....ini kan gelangku!"

"Ne, Wookie~ah."
Semua orang yang berada di situ sontak kaget melihat apa yang mereka lihat saat itu.

"Jadi kau?"

"Ya, aku Sora masa kecilmu," jawab Sora sambil menunjukkan gelang yang melingkar di tangannya. Ryeowook pun langsung memeluk Sora.

"Hhm...Lagi acara konser nih, Hyung," celetuk Kyu. Ryeowook langsung melepaskan pelukannya itu.

"Hhh~ hari ini benar-benar hari yang sangat bahagia. Aku sangat terharu."

"OPPA, OLJIMA!!" teriak para penonton dalam bahasa korea.

"Jeongmal gomawoyo. Naega neomu neomu haengbok. Aku juga mengucapkan terima kasih kepada semua member Hey! Say! Jump yang mengundang kami untuk konser disini. Kami harap semua orang selalu menyukai karya kami. Selanjutnya adalah penampilan dari kami. The one I loved, let's go!" ucap Ryeowook panjang lebar.

Super Junior - THE ONE I LOVED

eonjebuteoyeonneunji ijeosseoyo
naega wae ireoneunji nan moreujyo

harun gilgiman hago
kkeuchi eomneunde
eotteoke tto achimi
oneungeonji nan moreujyo

eojjeolsuga eobseoyo
amugeotdo motago
ginagin siganeul jikyeojun

eodie inneunji mueoseul haneunji
ojik han sarammaneul
saenggakhago itgie

iraeseoneun andwaeneungeol nan arayo
saranghal su eopdaneungeol algoitjyo
naui seotun gobaegi
geudaereul deo apeuge halppunirangeol
nan arayo algo itjyo

geureonjul almyeonseodo
eojjeolsuga eomneyo
geujeo geu moseumman tteooreujyo
du nuneul gamado
dasi nuneul tteodo
ojik han sarammaneul
saenggakhago itgie

hansungando jiulsu
eomneun geu moseubeul
uneun geujeo geudaemaneul saenggakhajyo

eojjeolsuga eobseoyo
amugeotdo motago
ginagin siganeul jikyeobojyo
eodie itdeunji mueoseul hadeunji
ojik han sarammaneul
saranghago itgie

ojik han sarammaneul
nan saenggakhago itjyo

3 jam acara konser pun telah berakhir.
"Gomawoyo. Arigatou Gozaimasu. Very thank's for ELF and Jumpers. Kami sangat sedih berpisah dengan kalian hari ini."
HSJ dan Suju K.R.Y pun turun panggung dan menyapa para fans mereka sebagai tanda perpisahan di hari itu.

***********************************************************************************

(Di ruang Hey! Say! Jump...)

"Hhh~ i'm broken heart!" seru Yabu.

"Nii-chan, sabar ya. Sudah relakan saja."

"Iya, Yume."

"Yume...Chii, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Inoo tiba-tiba. Yume pun menghampiri Inoo.

"Umika, sebentar ya, aku ke Inoo dulu," ujar Chii pada Umika.

"Ya, Chii."
Chii pun menyusul menghampiri Inoo.

"Ada apa, Inoo?"

"Pasti mereka mau mengumumkan kalau mereka jadian. Hhh~" batin Chii.

"Chii....Yume, ku mohon kalian bersatulah."

"Nani?!" ucap Chii tersentak.

"Apa sih yang kau bicarakan? Jangan ngaco deh, Inoo," timpal Yume.

"Sudahlah, jangan membohongi perasaan kalian masing-masing. Aku memang tak seharusnya dengan Yume, Yume itu tidak menyukaiku. Dia hanya menyukaimu, Chii."

"Iie, aku menyukaimu, Inoo."

"Ya, tapi tak sebesar seperti kepada Chii kan,"
Yume hanya bisa diam.

"Aku merelakan kalian berdua."

"Tapi, bagaimana dengan Umika?"

"Aku juga tidak apa-apa, Chii. Aku akan bahagia jika kau juga bahagia."
Chii pun langsung memeluk Yume sebentar.

"Inoo~ah, mengapa kau tidak dengan Umika saja?" tanya Chii.

"Maunya sih. Tapi kan Umikanya tidak mau," jawab Inoo malu-malu.

"Kata siapa? Umika mau kok," timpal Yume.

"Ya, aku mau, Inoo."

"Nani?" Inoo pun langsung memeluk Umika.

*********************************************************************************

Esok harinya HSJ, Sora, dan Yume mengantarkan kepulangan Ryeowook, Yesung, dan Kyuhyun ke Korea di bandara Tokyo.
"Wookie~ah, apa kau akan meninggalkanku lagi?"

"Jeongmal mianhaeyo, Sora, aku harus pulang ke Korea. Tapi pasti akan balik lagi ke Jepang, karena bulan depan akan ada konser SM TOWN di Jepang."

*di Indonesia kapan, Oppa? hiks -,-*

"Jinjja? Aku akan sangat merindukanmu, Wookie."

"Ne, aku juga."

"Tunggu aku di Indonesia satu tahun lagi ya!"

"Mwo? Untuk apa?"

"Would you marry me?"
Tanpa menjawab, Sora langsung memeluk Ryeowook.

"I do. Saranghaeyo, Wookie~ah."

"Nado saranghaeyo, Sora~ah."

"Sabar ya, Nii-chan," ucap Yume meledek Kota.

"Hhh~ Kau sudah bersatu dengan Chii, Inoo dengan Umika, Sora pun sudah dengan Ryeowook. Lalu, aku sama siapa?"

"Kau denganku saja, Nii-chan...hahaha," timpal Yamada.

"Nani!! Tidak! Aku masih normal!"

"Hahaha...aku hanya bercanda, Nii-chan. Kau pikir aku ini homo? Sekalipun aku homo, aku juga tidak akan memilihmu untuk jadi kekasihmu."

'PLETAK!' Kota menjitak Yamada.

"Aduh! Sakit tahu."

********************************************************************************


_WOOKIE POV_

Konser kali ini sangatlah berkesan menurutku. Tetapi sangat menyedihkan karena aku akan meninggalkan Sora lagi. Sora, aku akan kembali untuk menemuimu dan melamarmu nanti. Tunggu aku, Sora.

(Backsound : Super Junior - Happy Together)

--End--
*Akhirnya tamat juga FFnya (?)*

Senin, 21 Februari 2011

FF SUPER JUNIOR & HEY! SAY! JUMP! (Part. 6)

Tittle : Kim Ryeowook is Wookie?

Genre : Romance again

Cast :

-Maulida Farhamnah as Tanaka Sora

-Dwitya Andini Patty as Yamashita Yumeko

-All member Hey! Say! Jump (BB Jepang)

-Member Super Junior K.R.Y

-Kawashima Umika (New Cast)



"Joheun achim," ucap Ryeowook saat ia terbangun dari tidurnya.

"Mwo? Kyu~ah? Yesung hyung? Mereka yang merawatku semalaman? Kasihan mereka. Aku akan buatkan sarapan pagi untuk mereka."
Ryeowook pun segera menuju ke dapur untuk memasak sarapan pagi.

"Ryeowook~ah. Wae?"

"Kyu~ah? Aku sedang membuatkan sarapan pagi untuk kalian."

"Mwo? Kau kan belum sepenuhnya pulih. Kenapa kau tidak istirahat saja?"

"A~gwaencha."

Dua puluh menit kemudian....

"Joheun achim. Ryeowook~ah, apa kau sudah membaik?" tanya Yesung.

"Joheun achim, Hyung." jawab Ryeowook dan Kyuhyun serentak.

"Ne, aku sudah membaik, Hyung," jawab Ryeowook lagi.

(Di apartment Sora dan Yume....)

"Nii-chan..." ujar Sora.

"Sora~ah, kau sudah bangun?" sahut Kota sambil mengecek dahi Sora.

"Kau semalam menginap disini?"

"Ya, Sora."

"Gomen, aku sudah merepotkanmu."

"Daijobu, Sora. Ini! makan buburnya dulu. Aku suapin ya."

"Aku makan sendiri saja, Nii-chan."

"O~baiklah."

'TOK! TOK!'

"Yume, tolong lihat siapa yang datang."

"Baik, Nii-chan."
Yume pun berjalan menuju ambang pintu.

"Inoo?? Chii?"

"Ohayou, Yume."

"Ne, ohayou, Inoo."

"Kami kesini mau menjenguk Sora."

"Kau sudah sembuh, Inoo?"

"Sudah Yume."

"Yasudah, ayo masuk. Soranya ada di kamar."
Kemudian mereka berjalan menuju kamar.

"Ohayou, Sora!"

"Ohayou! Inoo? Chii?"

"Ne, Sora."

"Kau sudah sembuh, Inoo?"

"Ne, tentu saja. Aku sudah sangat sehat. Ini kami bawakan buah untukmu."

"Arigatou," jawab Sora singkat.

**********************************************************************************

'JDARR!'
Suara kilat terdengar keras sampai ke dalam apartment. Waktu pun telah berganti menjadi siang hari yang mendung. Sementara Kota, Inoo, dan Chii masih berada di apartment Sora dan Yume. Tak lama Chii keluar untuk membeli sesuatu dan kembali lagi ke apartment.

"Sora~ah, apa kau melihat Yume?"

"O~Yume ada di dapur, lagi mengambil makanan untuk makan siang. Tapi...."
Belum selesai Sora berbicara, Chii langsung melangkahkan kakinya menuju dapur.

"Aigoo...bagaimana ini? Yume kan lagi bersama Inoo di dapur. Bakal ada perang dunia lagi deh. Hhh~" ucap Sora pelan.

(Di dapur.....)

"Yume~ah."

"Ne, Inoo...."

"Ada yang harus ku bicarakan padamu."

"Nani?"

"Yume~ah, aku menyukaimu," ucap Inoo sambil menggenggam tangan Yume.

"Ne, lalu?"

"Maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Inoo dengan penuh harap. Tetapi Yume tidak menjawab sepatah katapun.

"Hhm...baiklah, berpikirlah dulu, aku tidak memaksamu untuk menjawab itu sekarang."
Chii yang mendengar itu semua di ambang pintu sontak kaget, terlebih lagi ia melihat Inoo yang sedang menggenggam tangan Yume. Ia pun berjalan meninggalkan dapur.

"Chii, ada apa?" tanya Sora. Tapi tak ada jawaban dari Chii, ia langsung membuang mawar yang di tangannya ke tempat sampah.

'GUBRAKK!' Chii membanting pintu dan pergi keluar.

"Sora! Nii-chan! Ayo makan siang dulu."

"Hey Yume, Inoo. Apa yang kalian lakukan tadi di dapur?" tanya Kota tanpa ekspresi.

"Nani?! Tak ada yg kami lakukan."

"Lalu kenapa Chii malah jadi seperti itu?"

"Maksudmu?"

"Dia pergi keluar tanpa payung, padahal di luar sudah turun hujan."
Yume menghentikan suapannya dan berniat untuk keluar mencari Chii. Tetapi Kota mencegah langkahnya.

"Hey! Mau kemana kau Yume? Sudahlah, biarkan Chii sendirian dulu."
Akhirnya Yume mengurungkan niatnya untuk pergi ke luar.

(Sementara di sebuah taman....)
(backsound : Hey! Say! Jump - Memories)

"Aku ini memang baka! Hhh~" ucap Chii kesal.

"Akhirnya hujannya berhenti, tapi kok disana masih hujan ya?" Chii menengok perlahan.

"Kamashita Umika??"

"Konnichiwa, Chii-sang," jawab Umika, cinta pertama Chii sewaktu SMA.

"Konnichiwa. Kau...sedang apa kau disini?"

"Kenapa? Tidak ada larangan kan kalau aku ada disini?" ucap Umika malah bertanya balik.

"Iie~sejak kapan kau pulang dari German?"

"Sejak kemarin, Chii. Ayo ikut aku."

"Kemana?"

"Sudah, ayo ikut saja."
Hujan pun kembali reda. Mereka berdua berjalan memasuki taxi yg awalnya ditumpangi oleh Umika. Dan taxi itu melesat menuju suatu tempat. Chii sontak kaget setelah mereka sampai di tempat tersebut.

"Tempat ini...."

"Ne, apa kau masih mengingat tempat ini?"

"Ne, tempat ini yang mempertemukan kita berdua...hahaha. Lucu sekali ya, kita. Padahal kita kan dulu satu sekolah, tapi malah tidak saling kenal."

"Hhh~benar, Chii. Gomen, Chii, aku sudah pergi tanpa pamit kepadamu."

"A~Umika, bagaimana kabarmu?" ucap Chii mengalihkan pembicaraan.

"Baik. Kau sendiri?" jawab Umika agak kesal.

"Aku baik juga," jawab Chii sambil memperlihatkan senyuman mautnya. Mereka berdua berbincang-bincang cukup lama untuk melepas rindu. Disaat matahari hampir terbenam, mereka memutuskan untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing.

"Umika~ah, apa aku perlu mengantarkanmu pulang?"

"Tidak perlu, Chii. Aku bisa pulang sendiri kok."

"Apa kau yakin?"

"Mmm..."

"Baiklah. Hati-hati ya, Umika."

"Ne, kau juga ya. Bye!"


_CHII POV_

Apa maksud dari semua ini? Aku pun tak mengerti. Cinta pertama ku yang menghilang 4 tahun yang lalu tiba-tiba datang lagi di hadapanku disaat aku tengah merasakan rasa suka pada Yume. Apa aku harus kembali ke cinta masa lalu ku? Atau aku harus mengejar cintaku yang saat ini berada di depan mata dan bersaing dengan sahabatku Inoo?
"Hhh~ aku bisa gila!" ucap Chii mengacak-acak rambutnya.

_ENDING CHII POV_
---to be continued---

Minggu, 13 Februari 2011

FF SUPER JUNIOR & HEY! SAY! JUMP! (Part. 5)

Tittle : Kim Ryeowook is Wookie?
Genre : Romance again
Cast :
-Maulida Farhamnah as Tanaka Sora
-Dwitya Andini Patty as Yamashita Yumeko
-All member Hey! Say! Jump (BB Jepang)
-Member Super Junior K.R.Y


Sora yang telah selesai memakai sepatu, segera berjalan menuju ambang pintu.
"Kota nii-chan??"

"Ya, Sora~ah."

"Mengapa kau yang kesini? Inoo mana?" tanya Sora bingung sambil celingak-celinguk keluar.

"Inoo sedang sakit, jadi aku yang mengantar kalian ke kampus hari ini."

"Nani?! Inoo sakit? Seriuskah?" sambung Yume.

"Ne, dia sedikit demam semalam."

"Ckckck....ternyata seorang Inoo bisa sakit juga ya! Ku kira dia wonder boy....hahaha."

"Dasar kau...kasihan itu anak diomongin begini."

"Hahaha...gomen, Nii-chan. Yasudah, Sora~ah. Nanti pulang kuliah, kita jenguk Inoo, ya!"

"Pasti!"

"Yasudah, kita berangkat sekarang saja yok."
Mereka pun bergegas menuju mobil milik Kota yang diparkir di bawah. Lalu melesat menuju kampus.

"Sora, apa kita ini sedang menunggangi kura-kura?"

"Eh? Maksudnya?"

"Nii-chan mengendarai mobilnya sangat lamban. Liat aja tuh, kita sampai bisa dibalap sama sepeda."

"Ne, kau benar. Nii-chan bertolak belakang sekali dengan Inoo kalau soal mengendarai mobil."

"O~jadi itu yang kalian minta. Baiklah!"

'SUIIING!' Mobil Kota langsung melesat cepat.

(Setibanya di Kampus....)

"Well, kita sudah sampai."

"Hhh~ternyata Nii-chan lebih gila dari Inoo."

"Ya, betul. Besok-besok aku tidak akan mau kalau yang menyetir mobil itu nii-chan."

"Ya tadi kan kalian yang minta untuk kebut."

"Nii-chan, kami kan hanya melakukan perbandingan saja. Eh ternyata kau juga tidak bisa menjadi supir yang baik."

"Eh? Aku kan memang bukan supir kalian (-,-) masa orang setampan aku disebut supir."

"Dasar nii-chan narsis."

"Biarlah. Yasudah, aku pulang dulu. Nanti aku jemput kalian lagi. Bye!"
Kemudian Yume dan Sora berjalan menuju kelas.

"Rasanya sepi sekali, ya, tidak ada Inoo."

"Ne, Yume. Mana nanti kita tampil untuk presentasi pula."

"Hhh~" Yume dan Sora menghela napas.
Ketika dosen mereka hendak memasuki kelas, Yume dan Sora mempersiapkan tugas presentasi mereka. Menit demi menit pun berganti begitu cepat. Jam kuliah mereka telah berakhir di saat jarum jam tepat menunjukan pukul 10.00.

"Nii-chan...Yume....aku menyusul saja ya nanti."

"Loh? Kenapa?"

"Aku mau pergi ke toko buku dulu, Nii-chan."

"Sendirian?"

"Ya sendirian. Tenang saja, tidak akan ada orang yang mau menculikku."

"Mengapa tidak berangkat bersama kami saja?"

"Tidak usah, kalian duluan saja."

"Yasudah kalau begitu. Hati-hati ya...bye!"

"Bye-bye."
Sora pun berjalan ke arah halte di dekat kampusnya untuk menunggu bus.

'JEEDARRR!! GLEDAKK!'

"Omo! Sepertinya akan turun hujan. Mana busnya belum muncul-muncul juga."
Sora pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke toko buku. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Ketika ia hendak melewati sebuah taman.....

'BYURR!!'

"Aish~sial! Turun hujan, lalu kemana aku harus berteduh?" ucap Sora sambil berlari ke taman itu. Ia pun berteduh di bawan pohon yang cukup rindang.

"Aigo! Dingin sekali. Haaatcii!"

"Hujan-hujan pergilah, datang lagi tahun depan. Ha...hatchii!"

"Percuma saja kau mengucapkan mantra seperti itu, hujannya tidak mungkin berhenti."

"Mwo? Ryeowook~ah."

"Ne, Sora~ah. Ini! Pakailah jaketku. Kau pasti kedinginan."

"Ne, gomawoyo Ryeowook."

"Mengapa kau ada disini? Ayo aku antarkan kau pulang," Ryeowook merangkul Sora untuk menuju ke mobil milik Ryeowook untuk mengantarkan Sora pulang.

(Backsound : Super Junior Ryeowook - One Fine Spring Day)


_SORA POV_

Sungguh hatiku menggebu-gebu rasanya. Aku seperti ada dalam dunia mimpi ketika bertemu dengan Ryeowook yang tepatnya adalah member dari Super Junior. Tak bisa ku pungkiri lagi kalau aku sudah jatuh ke dalam hatinya...Ya! Aku jatuh cinta padanya, walau ku tahu bahwa aku terlalu mengharapkan yang jelas-jelas tidak mungkin menjadi kenyataan.

"Aigo! Andwae! Mau ku kemanakan Wookie cinta masa kecilku. Aku tidak boleh jatuh cinta pada Ryeowook!" ucapku dalam hati.

"Sora~ah, kita sudah sampai di apartmentmu."

"Mwo? A~sekali lagi gomawoyo, Ryeowook," ucapku saat hendak keluar dari mobil. Tetapi tangan Ryeowook menahan tanganku.

"A~wae??"

"Sora, sebenarnya....hmm, aku ini adalah........"

'Feels like insomnia...a...a...a,' ponsel milik Ryeowook berdering dan memotong pembicaraan kami.

"Aish~mengganggu saja, lalu apa kalimat lanjutan yang akan ia katakan?" batinku. Aku terus saja memikirkan apa yang akan Ryeowook katakan.

"Hhh~Sora~ah. Mianhae, aku harus segera pulang sekarang. Kyu sakit."

"Mwo? Kyu? Sakit? Omona....semoga ia cepat sembuh, ya. Yasudah, gomawoyo Ryeowook. Annyeong."
Aku pun berjalan memasuki apartment. Satu langkah....Dua langkah....

"Omo! Jaket Ryeowook lupa ku kembalikan," aku pun membalikkan badanku dan berteriak.

"Ryeowook~ah!"

"Yah! Sepertinya hanya sia-sia saja aku berteriak. Yasudah, akan ku kembalikan jika bertemu lagi."
Aku pun kembali berjalan ke dalam apartment dengan tangan yang ku letakan di saku jaket.

"Mwo? Apa ini?" segera ku ambil sebuah benda yang ku rasa adalah gelang di salah satu saku jaket milik Ryeowook. Aku pun tersentak.

"Omo!!" mataku melotot melihat gelang itu. Aku pun langsung membandingkan dengan gelang yang melingkar di tanganku.

"Sama! Gelang ini kan milik Wookie, tapi kenapa bisa ada di jaket milik Ryeowook?? Apa mungkin?"
Aku langsung berlari menuju kamarku dan mengambil foto Wookie. Aku bandingkan foto Wookie dengan Ryeowook.

"Tidak mungkin. Wajah mereka berdua berbeda. Kecuali....."

'Neo gateun saram tto eopseo....'

"Aigo! Siapa sih yang menelpon?"

"Yeoboseyo."

"Yume~ah? Waeyo?"

"A~mianhae, Yume. Aku tadi kehujanan, sekarang aku sepertinya terkena flu. Tolong sampaikan salamku saja untuk Inoo."

"Ne, Yume. Bye."
Aku pun kembali membandingkan Ryeowook dan Wookie lagi.

"Ya....mereka berdua berbeda. Tapi pandangan mata mereka berdua sangatlah mirip," ucapku sambil memandangi foto Wookie.


_AUTHOR POV_

Sora pun ketiduran tanpa membereskan kamarnya terlebih dulu.

"Sora, aku pulang!" teriak Yume yang pulang bersama Kota.

"Nii-chan, mengapa tidak ada jawaban dari Sora?"
Yume dan Kota segera menuju kamar Sora.

"Berantakan sekali! Dasar Sora...kebiasaan," ucap Yume sambil membereskan kamar. Sedangkan Kota berjalan menghampiri Sora. Ia letakan tangannya di dahi Sora.

"Yume!"

"Ada apa nii-chan?"

"Sepertinya Sora demam juga...suhu badannya agak tinggi."

"Nani?? Inoo sudah mau sembuh eh dia malah sakit."

(Sementara di hotel Nikko....)

"Dasar magnae menyebalkan. Kau ini sudah membuat kami khawatir, tapi mengapa kau selalu saja berpura-pura sakit?"

"A~mianhae, Ryeowook hyung."

"Mwo? Hyung? Dia memanggilku hyung? Baru kali ini ia bersikap manis seperti itu," batin Ryeowook.

"Yasudah, jangan kau mengulangi lagi yang seperti ini," ucap Yesung.

"Ne, mereka ini couple yg sama-sama bawel," gerutu Kyu pelan.

"Apa katamu?"

"A~anio, Yesung hyung."

"Yasudah aku ke kamar dulu, ya."
Ryeowook pun berjalan ke kamarnya. Ia membuka sebuah kotak itu lagi.

"Mwo? Tidak ada?! Yesung hyung! Kyuhyun!" suara tenornya itu menggema ke seluruh ruangan. Yesung dan Kyu yang mendengar teriakan Ryeowook, langsung berlari menuju kamar.

"Waeyo??" ucap Yesung dan Kyu bersamaan.

"Apa kalian melihat gelangku yang disini?" tanya Ryeowook sambil menunjukan kotaknya yang kosong.

"Anio...kami kan tidak pernah menyentuh barang-barangmu."
Akhirnya Ryeowook pun mengingat-ingat lagi.

"Ne, gelangku itu ku letakan di saku jaketku...Anio! Jaketku terbawa oleh Sora!" seru Ryeowook. Ia pun langsung kembali menuju apartment yang Sora tempati. Ketika ia tiba di apartment, ia sangat terkejut melihat sesosok namja yang terlihat di kamar Sora.

"Mwo? Namja? Itu kan kamar Sora...Apa itu namjachingu nya? Lalu....itu berarti Sora sudah melupakanku, cinta masa kecilnya?" Ryeowook pun tak kuasa melihat semua itu, tapi ia tidak mengetahui bahwa ia salah paham. Akhirnya Ryeowook kembali ke hotel Nikko.

"Aku pulang!"

"Hyung, bagaimana? Apakah kau sudah menemukan gelangmu itu?"

"Ryeowook~ah. Wajahmu pucat sekali. Apa kau sakit? Mwo? Badanmu panas!"

"A~Yesung hyung, aku baik-baik saja."

(Di apartment tempat tinggal Sora...)

"Yume~ah, apakah panasnya sudah turun?"

"Belum, Nii-chan."

"Sora~ah, kau ini kenapa sih? Aku sangat menghawatirkanmu," ujar Kota sambil mengelus-elus rambut Sora.

"Cepat sembuh, ya, Sora. Hhh~aku sangat mencintaimu," ucap Kota seraya mencium kening Sora. Kota pun memutuskan untuk menginap menemani Sora dan tidur di sofa yang berada di kamar Sora.

(Backsound : Super Junior - All my heart)

---to be continued---

Senin, 07 Februari 2011

FF SUPER JUNIOR & HEY! SAY! JUMP! (Part. 4)

Tittle : Kim Ryeowook is Wookie?

Genre : Romance again

Cast :

-Maulida Farhamnah as Tanaka Sora

-Dwitya Andini Patty as Yamashita Yumeko

-All member Hey! Say! Jump (BB JEPANG)

-Member Super Junior K.R.Y


"Kau sih enak tidak disuruh buat tugas presentasi karena kau bukan mahasiswa baru."

"Ya, aku tahu. Sudahlah Sora, jangan gerutu terus. Kami akan membantu kalian."

"Ya ya...baiklah."


_AUTHOR POV_

(Setibanya di asrama....)

"Ayo Yume!" ucap Inoo sambil merangkul Yume.

"Ya ampun! Kenapa Inoo merangkulku seperti ini?" batin Yume.

"Hey, kalian berdua! Lalu aku dengan siapa?" seru Sora sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

"Kau denganku saja...kkekke," sahut Yabu sambil merangkul Sora.

"Hhm...Nii-chan lepaskan."

"A~gomen, Sora."
Sora pun berjalan ke dalam asrama sendirian sementara Kota menyusul di belakang.

"Sepertinya cintaku pada Sora bertepuk sebelah tangan. Hhh!" batin Kota.

"Kami pulang!"

"Eh? Ada tamu?"

"Nani? Sepertinya Inoo dan Yume begitu akrab. Pupus sudah harapanku," batin Chii.

"Hey, Chii!" sapa Yume.

"A~hei, Yume!"

"Kau sedang melamun ya?"

"Hei Yume! Sepertinya Chii itu cemburu pada Inoo...hahaha."

"Hey Sora...jangan sembarangan."

"Mmm....gomen, aku ke kamar dulu, ya. Aku mau mengerjakan tugas kuliahku."

"A~padahal kan aku kesini karena ingin bertemu Chii, tapi Chii malah cuek seperti itu," ucap Yume dalam hati.

"Sebentar, ya, aku menyusul Chii dulu sepertinya ia sedang galau."
Kota pun menyusul Chii yang berjalan menuju kamar.

"Hey Chii. Ada apa dengan dirimu hari ini?"

"A~tidak, Nii-chan. Aku hanya ingin mengerjakan tugas-tugas kuliahku."

"Chi, sudahlah. Jangan membohongiku. Kau itu cemburu kan dengan Inoo?"
Tetapi Chii tidak menjawab.

"Chii....!"

"Ya, Nii-chan?"

"Aku mengerti perasaanmu, Chii. Nasib kita hampir sama. Aku tahu kau pasti cemburu dengan Inoo, tapi cintaku ini sepertinya tak terbalaskan oleh Sora."

"Nii-chan....sudahlah, aku tak ingin membahas ini."

"Iya iya...yasudah ayo kita keluar saja. Tugasmu bawa saja, biar kita kerjakan bersama yang lain."

"Nani? Tugas? Hahaha....aku hanya basa-basi, Nii-chan. Aku tidak ada tugas kuliah."

"Ya ampun!!"
Suara Sora membuat semua orang yang ada di sekitarnya terkejut.

"Sora, kau mengejutkan kami!"

"Iya, ada apa sih?!"

"A~gomen. Buku-buku ku ketinggalan di loker kampus. Bagaimana aku bisa mengerjakan tugas presentasi kalau tidak ada buku yang mendukung?"

"Nani?! Lalu bagaimana?"

"Ya mau tak mau aku harus balik ke kampus untuk mengambil buku-buku ku di loker."

"Aku antar ya, Sora," sahut Kota.

"A~tidak usah, Nii-chan. Aku kesana naik Taxi saja ya."

"Yasudah. Hati-hati, ya."
Sora pun beranjak pergi menuju kampus untuk mengambil semua buku yang tertinggal di lokernya.

"Taxi!!" teriak Sora.

"Ke Tokyo University, ya, Pak."

"Baik, Nona."
Taxi itu pun langsung melesat menuju Tokyo University.

Setibanya di kampus, Sora pun segera berjalan menuju lorong kampus dan membuka loker miliknya.

'CLEKK!' Sora pun membuka lokernya lalu mengambil buku-bukunya dan pergi meninggalkan kampus.

"Hhh...rasanya sayang sekali naik taxi dua kali hanya untuk bolak-balik kampus padahal kan uangnya bisa untuk membeli DVD Super Junior yang asli. Tapi, yasudahlah daripada aku jalan kaki."
Sora pun memberhentikan taxi yang melintas ke arahnya.

"Ke jalan Kyotn, Pak!" ucap Sora serentak dengan seorang namja yang tengah duduk di sampingnya.

"Ryeowook~ah?"

"Kau mengenaliku?"

"Tentu saja! Aku ini kan ELF dan kau....kau adalah yang ku kagumi di Super Junior."

"A~benarkah? Aku jadi malu. Siapa namamu?"

"Naneun Tanaka Sora imnida. Bangapseumnida. Aku dari Indonesia," ucap Sora sambil mengulurkan tangannya.

"Kau dari Indonesia? Tapi grammar mu dalam bahasa Jepang dan Kore lumayan bagus. Ne, Bangapseumnida."

"Hhm...jadi kita kemana, Nona, Tuan?"

"A~iya. Sora, sampai jumpa kapan-kapan ya. Aku cari taxi yang lain saja."

"Ryeowook~ah, tunggu. Bukankah tujuan kita sama? Lebih baik kita satu taxi saja."

"Ne, benar juga ya. Yasudah...Pak, kita ke jalan Kyoto ya."
Akhirnya Ryeowook memutuskan untuk satu taxi dengan Sora.

"Oh iya, aku lupa namamu tadi..."

"Namaku Tanaka Sora. Panggil saja Sora."

"Mwo? Sora? Nama itu sepertinya tidak asing di telingaku. Ya....itu seperti nama chingu kecilku. Jangan-jangan Tanaka Sora adalah benar chingu masa kecilku," batin Ryeowook.

"Ryeowook~ah?"

"A~waeyo Sora?"

"Kau melamun?"

"Anio, Sora."

"Omona! Gelang itu kan...." ucap Ryeowook lagi dalam hati. Pandangan Ryeowook terfokus pada sebuah gelang yang melingkar di tangan Sora. Sora pun memandang Ryeowook dengan heran.

"Ryeowook~ah? Mengapa kau memandang gelangku seperti itu?"

"A~anio, Sora. Gelangmu bagus."

"O~gomawo, Ryeowook. Gelang ini adalah pemberian dari chingu kecilku."

"Jinjja? Siapa?"

"Dia Wookie, orang Korea sama sepertimu. Dulu ia pernah berjanji akan kembali ke Indonesia untuk mengunjungiku. Aigo! Mian, Ryeowook, aku jadi cerita seperti ini padamu."

"Jadi....jadi kau..." kata-kata Ryeowook terputus.

"Ryeowook~ah....aku turun duluan, ya, aku sudah sampai."

"Ne, baiklah. Oh iya, aku yang bayar saja nanti sekalian."

"Jinjja?"

"Ne, Sora."

"Gomawoyo, Ryeowook. Annyeong."

"Annyeong."

"Mwo? Asrama HSJ?" batin Ryeowook.

(Di asrama HSJ....)

"Aku pulang! Yume! Hari ini aku sangat senang sekali."

"A~kau senang kenapa? Ceritakan pada kami."

"Kalian tahu? Aku tadi bertemu dengan Ryeowook!!"

"Nani?! Kau bertemu dengan...." ucap Inoo terputus.

"Ryeowook Super Junior?!" sambung Yume.

"Ya! Malahan tadi aku satu taxi dengannya."

"Kok bisa kau satu taxi ddngannya."

"Tentu saja bisa...hahaha. Aku senang sekali."

"Lalu lalu?"

"Lalu aku berkenalan dengannya," ucap Sora nyengir.

"A~darar kau. Mencari kesempatan dalam kesempitan."

"Biarkan saja....hahaha."
Mereka menghentikan pembicaraan mereka. Yume dan Sora pun mulai mengerjakan tugas presentasinya.

(Sementara di Hotel Nikko....)

"Apa benar ya Sora yang tadi ku temui itu adalah Sora chingu kecilku?" ucap Ryeowook sambil memandangi gelang yang ia ambil dari sebuah kotak berwarna putih.

"Ryeowook~ah," panggil seorang namja dari luar kamar.

"Ne, Yesung hyung?" sahut Ryeowook sambil meletakkan gelangnya lagi di kotak tersebut.

"Kau sedang apa?" tanya Yesung menghampiri Ryeowook di kamar.

"A...aku...aku sedang beres-beres, Hyung. Masuklah."

"Ryeowook, tolong masakan aku makanan, ya. Aku lapar sekali."

"Ne, Hyung. Aku akan masakan nasi goreng kimchi. Oh iya, Kyuhyun dimana?"

"Ia sedang asik main game."

"Dasar Kyuhyun. Hidupnya hanya untuk bermain game sepanjang hari. Yasudah, kau tunggu di meja makan saja, Hyung."

*******************************************************************************

(Esok hari di apartment...)

"Hoaaam! Ngantuk! Yume? Tumben kau bangun lebih pagi dariku?"

"A~iya. Aku malu pada Inoo kalaudia menjemput kita tetapi aku malah masih tidur."

"Oh begitu. Yasudah, aku mandi dulu, ya!"

"Oke!"

(10 menit kemudian)

"Pagi yang sangat dingin....ckck."

"Ne, kau benar."

'TOK! TOK!'

"Yume, tolong kau bukakan pintunya ya."

"Baiklah."
Yume pun menuju ambang pintu untuk membukakan pintu.

"Yume, Siapa yang datang?!!" teriak Sora.

---to be continued---

Rabu, 02 Februari 2011

FF SUPER JUNIOR & HEY! SAY! JUMP! (Part.3)

Tittle : Kim Ryeowook is Wookie?

Genre : Romance again

Cast :

-Maulida Farhamnah as Tanaka Sora

-Dwitya Andini Patty as Yamashita Yumeko

-All member Hey! Say! Jump (BB JEPANG)

-Member Super Junior K.R.Y



"Aku pulang!" ucap seorang namja dari ambang pintu.

"Inoo??" seru Yume dan Chii serentak.

"Chii, siapa dia? Apa dia.....hahaha. Chii, mengapa kau tidak mengenalkan kekasihmu pada kami?"

"A~bukan, Inoo. Ini Yamashita Yumeko, sepupunya Kota nii-chan. Yume, gomen ya. Ini Inoo Kei, member HSJ juga."

"Daijobu, Chii. A~iya,aku sudah tahu dia. Aku kan jumpers....kkekke."

"Oh iya ya, aku lupa."

"O~jadi kau sepupu Kota nii-chan? Senang bertemu denganmu, Yumeko. Chii, cepat bantu aku membawa belanjaan ke dalam."

"Ya, Inoo. Yume, sebentar ya."
Inoo dan Chii menuju ke dalam meninggalkan Yume sendirian di ruang tamu.

"Ya ampun, sebenarnya aku senang sekali dibilang kekasihnya Chii....kkekke. Apalagi kalau bisa jadi kekasihnya beneran," ucap Yume pelan sambil senyum-senyum sendiri.

"Kok mereka lama sekali ya? Aku bosan sekali."
Karena merasa bosan menunggu Chii yang tidak balik ke ruang tamu, Yume pun beranjak jalan ke ruang tengah.

"Yume!"

"Sora?" Yume pun menghampiri Sora yang sedang menonton TV bersama member HSJ yang lain. Tak lama Chii, Inoo, dan Kota pun datang dari arah dapur.

"Yume, kau kelamaan menunggu ku ya? Maaf ya, tadi aku sedang membantu Kota nii-chan dan Inoo untuk mempersiapkan makanan."

"A~daijobu, Chii. Tidak masalah."

"O~iya. Sora, ini dia yang bernama Inoo Kei. Inoo, ini Sora temannya Yume."

"Senang bertemu bertemu denganmu, Inoo."

"Ya, aku juga, Sora."

"Hey ayo dong makanannya dimakan!" seru Yabu.

"A~iya, Nii-chan," ucap Inoo.

"Inoo, kau tahu? Mereka berdua ini yg mendapatkan beasiswa ke universitas mu."

"A~benarkah? Wow! Hebat sekali kalian ini!"

"Sepupuku ini suka berlebihan, Inoo."

"Tapi benar, kalian itu sangat hebat. Selamat ya!"

"Arigatou, Inoo."

"Ne, gomawo, Inoo...eh salah, maksudku arigatou, Inoo." "A~aku tahu kok kalau gomawo itu sama dengan arigatou."

"Tahu? Apakah kau ini bisa berbahasa Korea juga?"

"Iie....aku tidak bisa berbahasa Korea. Kata-kata itu kan ada di lagu baru kami yg berjudul 'Arigatou - Sekai no Doko ni Itemo'. Kau tahu tidak?"

"Hhm....aku ingat! Jelas saja aku tahu, kan Yume pernah menunjukan lagu itu padaku...kkekke."

"O~iya, Kota nii-chan bilang kalian hari ini ada latihan. Memang kalian mau perform dimana?" tanya Yume di tengah-tengah pembicaraan Inoo dan Sora.

"Ya, kami akan perform di kota ini."

"Benarkah? Kapan itu akan berlangsung?"

"Minggu depan, Yume."

"Wah! Bolehkah aku dan Sora ikut menonton?"

"Boleh. Masa tidak boleh. Oh iya, apa diantara kalian ada menyukai Super Junior?"

"Aku, Inoo! Aku sangat menyukai Super Junior," ujar Sora.

"Nah kebetulan sekali. Kami mengundang Super Junior untuk perform di konser kami."

"Nani?! Sungguh? Apa mereka akan datang lengkap?"

"Sungguh. Tapi mereka tidak datang semua, hanya Super Junior K.R.Y saja."

"O~begitu. Tak apa. Yang terpenting ada Kim Ryeowook...kkekkekke."

"Tapi bagaimana dengan tiketnya? Pasti tiketnya sudah habis dari kapan tahu," ucap Yume lemas.

"Sepupuku, tak usah khawatir. Nih!" ujar Kota sambil menunjukan tiket di tangan kanannya.

"Itu tiket milik siapa, Nii-chan?"

"Sebenarnya dua tiket ini aku sisihkan untuk Ibu dan Ayah, tapi mereka masih di Hiroshima. Jadi....ini! Gratis kok."

"A~benarkah, Nii-chan?"

"Tentu saja."

"Kota nii-chan, kita latihan sekarang saja yok!" teriak Chii yang masih mengunyah popcorn.

"Iya, Chii, sebentar! Yume, Sora, ayo!"

***********************

(Esok harinya....)


_SORA POV_

"Yume! Bangun! Sudah jam berapa ini? Nanti kita bisa terlambat ke kampus," ucapku sambil menggoyak-goyakan tubuh Yumeko yang masih tertidur.

"A~iya, 5 menit lagi ya, Sora."
Saat aku hendak pergi ke kamar mandi....

'TOK! TOK!'

"Aigo! Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini? Lagitahu orang lagi buru-buru," aku pun langsung menuju ke pintu depan.

"Inoo~ah?"

"Ohayou gozaimasu, Sora!"

"Ohayou gozaimasu, Inoo! Ada apa kau datang kemari pagi-pagi?"

"Aku diperintahkan oleh Kota nii-chan untuk berangkat bersama kalian ke kampus."

"ada-ada saja Kota nii-chan," batinku.

"Oh. Tunggu sebentar ya, Inoo!" ucapku sambil menutup pintu dan berjalan menuju kamar tidur. Aku pun tiba-tiba terhenti.

"Loh? Kenapa pintunya aku tutup lagi ya? Bukankah tadi itu ada Inoo di luar? Aigo! Babo!" aku pun langsung kembali ke ruang tamu dan membuka pintunya lagi.

"Kkekkekke...Inoo, gomen. Aku lupa kalau ada kau. Maklum saja, nyawaku belum ngumpul semua. Ayo masuk!"

"A~daijobu, Sora. Baiklah."

"Duduk disini dulu, ya. Aku ingin membangunkan Yume dulu kemudian bersiap-siap."
Aku berlari menuju kamar tidur.

"Omo! Ku kira dia sudah bangun. Yume! Bangun! Di depan ada Inoo menjemput kita."

"Nani?! Inoo menjemput kita!" sontak Yume beranjak tidurnya.

"Hey! Kau mau kemana, Yume!"

"Ya mau mandilah, Sora, masa mau main basket."

"Oh tidak bisa. Aku duluan!"

"Yasudah, kita mandi berdua saja."

"Apa katamu? Mandi berdua? Anio! Mending kau saja mandi duluan."

"Nah, itu baru chinguku....hahaha."

"tidak pakai lama ya mandinya!"

***********************

"Gomen ya, Inoo, kau sudah menunggu lama. Ayo kita berangkat sekarang!" ucapku yg berdiri di sebelah Yume.

"Ne, baiklah. Tapi........"

"Tapi apa?"

"Hey! Kenapa kau cengar-cengir begitu?" tanyaku heran.

"Itu! Apa itu trend bersepatu jaman sekarang ya?" jawab Inoo sambil menunjuk ke arah kaki kami. Kami berdua pun menunduk ke bawah.

"Ha? Jadi kami memakai sepatu yang terbalik? Yume, itu kan sepatuku. Pantas saja sepatu di sebelah kiriku terasa longgar."

"Nah itu kan sepatu ku. Ku kira kakiku yg bertambah panjang sebelah."
Aku pun langsung menukar sepatu tersebut dengan Yume.

"Yasudah. Ayo kita berangkat sekarang!"
Kami bertiga pun berjalan menuju tempat parkir mobil Inoo. Aku dan Yume pun duduk di belakang.

"Hey! Salah satu duduk di depan denganku. Kalau kalian berdua di belakang, aku ini jadi seperti supir kalian berdua."

"Yasudah. Yume, kau saja ya yang di depan."

"Mmm....baiklah."
Mobil milik Inoo pun melesat cepat menuju kampus. (Setibanya di kampus....)

"FIUH!! Untung aku tidak mati tiba-tiba!" ucapku terengah-engah.


"Ya! Aku sampai spot jantung!"

"A~yasudahlah, yang penting kita sudah tiba di kampus dan tidak terlambat. Ayo!"
Aku, Yume, dan Inoo pun berjalan berderet seperti ala trio macan (?) *abaikan*

"Sora, apa kau dan Yume mengambil jurusan bahasa juga?"

"Ya, tentu! Kau?"

"Sama. Aku juga."
Saat kami sampai di kelas, aku dan Yume dikejutkan oleh sesuatu.

"Ohayou gozaimasu, Inoo!" semua yeoja yang ada disitu menyapa Inoo, bahkan ada yang memberikan Inoo beberapa cokelat.

"Wah Inoo! Kau sangat populer sekali di kalangan wanita."

"Ya tetapi aku bosan, Sora. Mereka setiap hari selalu saja ada yg memberi ku cokelat. Sampai-sampai kemarin berat badanku naik 5kg gara-gara makan cokelat terus. Ini! Untuk kalian berdua saja."

"A~untuk kami? Arigatou, Inoo."
Di saat kami sudah menghabiskan dua batang coklat, Dosen pun datang. Aku dan Yume dipersilahkan untuk memperkenalkan diri kami berdua."Watashi wa Tanaka Sora desu. Douzo yuroshiku onegaishimasu."

"Watashi wa Yamashita Yumeko desu. Douzo yuroshiku onegaishimasu."

*********************

(Seselesainya jam kuliah....)

"Inoo, awas saja kl sampai membuat kami spot jantung lagi."

"Hahahaha....gomen. Aku tidak akan kebut-kebutan lagi."
Mobil Inoo pun melesat menuju apartment.

"Hey! Inoo, mengapa kita tidak berhenti di apartment?"

"Yabu tadi meneleponku, katanya aku suruh membawa kalian ke asrama."

"Ha? Kami itu ada tugas presentasi untuk besok."

"Sudahlah. Kalian mengerjakan di asrama saja."

---to be continued---